Ia terus menyala dan membara di dasar stansa. Ia mampu membakar jiwa-jiwa untuk bergerak, menuju, dan mengarah padamu, Indonesiaku. Api (Cinta) Abadi Asian Games 2018.

Tinggal sebulan lagi, Asian Games 2018 dimulai. Berbagai bentuk dukungan terus bergulir dan banyak ragamnya. Mulai dari lagu, banner, foto, mural, flash mop, video, tulisan, hingga vote atlet idola. Tepat 18 Agustus dan berakhir pada 2 Septemer 2018, Indonesia akan mengulang sejarah sebagai tuan rumah Asian Games setelah 56 tahun (Pada tahun 1962, Asian Games ke-4 diselenggarakan di Indonesia).

Siapa yang tak bangga menjadi tuan rumah menyambut 54 negara untuk berjuang meraih prestasi khususnya di dunia olahraga? Jadi tuan rumah adalah suatu kehormatan bagi Bangsa Indonesia. Asian Games 2018 adalah momentum untuk mencitrakan Indonesia yang aman, tentram, damai, dan salah satu tujuan wisata dunia terbentang dari Sabang sampai Merauke.


Tak hanya konten di media, dukungan keamanan pun ditunjukkan oleh prajurit bangsa, TNI AU salah satunya. TNI AU berperan penting dalam mobilisasi api abadi dari India ke Indonesia untuk melipat 18.000 KM. Pesawat Boing 737 di kawal oleh 4 pesawat T501 Golden Eagel milik TNI AU ini disiapkan untuk membawa api abadi selama 11 jam perjalanan.

Selasa, 17 Juli 2018 dijadwalkan api abadi dari India mendarat di Lanud Adisutjipto. Acara penyambutan pun dikonsep sedemikan rupa, identik dengan budaya Jogja yang multi kultur. Sambil menanti kedatangan api abadi, para tamu undangan disuguhkan atraksi udara pesawat trike dengan pilot Faslan Hafizha (pilot pelatih di Jogja Flying Club) dan Hari Agung Putranto (pelatih paralayang Jawa Tengah untuk PON), wakil dari Federasi Aero Sport Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kedua pesawat tersebut membawa dragon banner sepanjang 400 m  memuat warna yang ada di logo Asian Games 2018.  Warna-warna tersebut melambangkan keberagaman dan persatuan. Kedua pilot dengan rasa  percaya diri dan kompak menyuguhkan berbagai formasi yang memukau.

Tak hanya pandai merawat pesawat dan bekerja di udara, personil Skatek 043 Lanud Adisutjipto unjuk kebolehan menghibur hadirin dengan atraksi barongsai (dalam hal ini tarian naga).

Tepat, pukul 08.00 WIB pesawat Boing 737 berhasil mendarat sempurna. Susi Susanti selaku Torch Ambassador yang didampingi oleh Staf TNI AU disambut dengan tari Sekar Pudji Astuti. Api abadi yang dibawa oleh mantan atlet bulutangkis kebanggaan Indonesia ini diserahterimakan kepada KSAU didampingi Gubernur DIY. Selanjutnya, api dikirab menuju Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Adisutjipto. Prosesi ini tertutup dengan undangan terbatas.

Sungguh meriah dukungan msyarakat Jogja yang diwakili oleh TNI AD, AL,AU, Polisi, sipil, wartawan, mahasiswa, dan pelajar dalam prosesi kirab Api Obor Asian Games 2018. Para personil berjajar rapi di sepanjang jalan dari pintu ke luar apron hingga pintu masuk museum.

Nuansa Jogja semakin kental dalam formasi kirab, tampak dari keterlibatan motor polisi yang bersiap di depan untuk membuka jalan, di susul mobil polisi, bregodo, mobil jeep yang membawa Api obor, KSAU, Susi Susanti, dan Gubernur DIY di tutup dengan barisan marching band dari SMK Penerbangan.

Api Obor Asian Games 2018 yang telah dibawa oleh KSAU diserahterimakan kepada Kadispen AU, Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, M.M untuk disemayamkan. Keberadaan api pun menggerakkan tangan-tangan di sekitarnya untuk membidik dan merekam dalam memori gawai hingga kamera canggih.  Masyarakat pun dengan leluasa diperbolehkan berswapoto pada area aman yang ditentukan oleh pihak penjaga api.

Api, Ia terus menyala dan membara di dasar stansa. Ia mampu membakar jiwa-jiwa untuk bergerak, menuju, dan mengarah padamu, Indonesiaku. Api (Cinta) Abadi Asian Games 2018.

Tibalah pada saat yang ditunggu-tunggu, gelaran jumpa press untuk mengulik lebih dalam tentang api dan torch relay ini. Erick Thohir selaku Presiden Inasgoc mengawali acara dengan menjelaskan, Torch Relay di Prambanan (besok) ini penting untuk promosi budaya dan pariwisata, mengenalkan pada masyarakat dan pesera yang mencapai 45 negara dan terbesar dalam jumlah peserta selama penyelenggaraan Asian Games. Sampai saat ini diterima 16920 atlet dan official. Berarti, dunia percaya pada Indonesia. Mari Kita jaga dan sukses jika kita bersatu. Ini untuk Indonesia”.

Paling menarik adalah mengulik tetang perasaan Mbak Susi Susanti, “biasanya saya sebagai atlet dan harini bangga sekali dipilih menjadi (torch) ambassador untuk membawa api abadi dari India. Prosesinya cukup unik dan sempat ada kendala. Sempat tidak dibolehkan dibawa menggunakan pesawat karena alasan keamanan”. Susi susanti juga berharap Indonesia tak hanya sukses sebagai tuan rumah tapi juga sukses dalam prestasi.

Hal itu dikuatkan oleh KSAU, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M menurutnya, “api ini dibawa dengan alat khusus yang kedap, untuk menjaga ketahanan api, kita menggunakan gas  yang sekali isi bisa bertahan 10 jam”. Pihaknya meyakinkan otoritas Bandara India dan dengan koordinasi yang baik berhasil membawa api ini sampai di Inonesia. “Ini api asli dari India,” tegasnya.

Sudah dipastikan, Jogja dukung penyelenggaraan Asian Games 2018. Hal ini diungkap Oleh Sri Sultan HB X, “Kami mendukung sepenuhnya, perjalanan api  (Asian Games) sesuai dengan target waktu karena pembukaan asian games juga akan dimulai di pertengahan Agustus sukses untuk Asian Games.

Tak cukup dengan ceremony di Lanud Adisutjipto, api abadi dari India ini akan dibawa ke Situs Ratu Boko dan Candi Pambanan pada Rabu, 18 Juli 2018 untuk dikawinkan dengan api Mrapen, Purwodadi. Selanjutnya, api akan diinapkan di Pagelaran Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat.

Ayo, dukung bersama  Asian Games 2018! Buktikan bahwa api cintamu abadi untuk Indonesia dengan mengikuti kirab sepanjang 10 Km pada Kamis, 19 Juli 2018. Catat rute kirab keliling Kota Yogyakarta berikut ini: Pagelaran Keraton-Titik Nol- RS. PKU Muhmadyah-Jl. Bhayangkara-Jl.Pasar Kembang-Teteg-Malioboro-Titik Nol-Pojok Beteng Wetan-Pojok Beteng Kulon-Ngabean-Ngampilan-Pingit-Tugu Jogja.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*