Arsitektur bangunan museum

Sahabat kata pasti tahu apa itu arsitektur? Arsitektur adalah kesatuan antara ruang dan bentuk menurut Brinckmann. Lebih luas, arsitektur terwujud dalam proses berkesenian merancang dan membangun sebuah bentuk. Kesempatan kali ini, saya akan berbagi informasi tentang salah satu desain arsitektur bangunan museum di Jogja.

Pada tulisan sebelumnya saya telah menyinggung tentang desain arsitektur bangunan Museum Gunung Api Merapi  (MGM) yang memuat filosofi sosio-kultural yang ada di Jogja. Seperti kita ketahui bersama bahwa Jogja pernah mengalami masa-masa kerajaan Hindu dan Budha dengan ditandai keberadaan candi di sekitarnya.

Candi pada masanya juga merupakan bentuk bangunan yang berfungsi sebagai rumah ibadah atau tempat tinggal pada masanya. Tidak salah bukan jika candi kita golongkan dalam desain arsitektur nusantara. Keberadaan arsitektur bangunan candi juga petunjuk dan penanda tingginya peradaban nusantara saat itu. Hitungan, ukuran dan bentuk-bentuk batu menjadi kunci berdirinya maha karya manusia yang bisa kita nikmati dengan sebutan candi.

“Arsitektur bangunan MGM diilhami dari sosial-budaya yang berkembang di DIY. Jogja ini terkenal dengan banyak candi. Jadi bagian-bagian gedung ini juga meniru bentuk dan lokasi candi. Mitos, kebudayaan, dan seni tradisi juga menjadi pertimbangan tersendiri memilih lokasi pembangunan MGM,” Papar Suharno selaku UPT Museum Gunung Api Merapi.

Museum Gunung Api Merapi berdiri sejak tahun 2005 atas kerja sama kementrian ESDM, Pemerintah Propinsi DIY dan Pemerintah Kabupaten Sleman. Museum yang resmi dibuka untuk umum pada 1 Januari 2010 ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman dibantu oleh tenaga Balai Penyelidikan dan pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).

Tujuan didirikan MGM untuk meningkatkan geowisata bernilai edukasi tentang ilmu kegunungapian di Jogja. Selain kelengkapan informasi yang terdapat pada tiap diorama juga dirangkum dalam bentuk bangunan museum itu sendiri. Tiga aspek yang mendasari pembangunan MGM meliputi aspek kegunungapian, budaya lokal jogja, dan budaya jawa.

Baca: Wisata Edukasi dan Budaya di MGM 

Aspek Gunung Api yang berbentuk segitiga, kerucut dan memusat merupakan citra visul dari bentuk Gunung Api merapi dan sifat letusannya eksplosif. Unsur-unsur kegunungapian yang lain pun terlihat saat pertama kali masuk MGM, yaitu letak miniatur Gunung Api Merapi yang berada di dasar pusat kerucut tegak lurus dengan atap bangunan. Ruang di sekelilingnya adalah diorama pengetahuan tentang filosofi kegunungapian, peraga kegempaan dan tempat pengumpulan serta pengarsipan benda bernilai yang berkaitan dengan Gunung Api Merapi dan Gunung api pada umumnya. Lantai dua terdapat ruang pemantauan cuaca di Gunung Api Merapi, Ruang pemutaran Film “Maha Guru Merapi” dan spot foto menarik yang diberi nama “Lorong Magma” terletak di sisi utara menuju pusat lingkar kerucut (seperti jalur magma dalam gunung api).

Aspek Budaya Lokal yang mempengaruhi arsitektur bangunan yaitu sumbu imajiner yang terdiri dari Gunung Merapi, MGM, Tugu, Alun-alun Utara, Keraton, Alun-alun Selatan, Panggung Krapyak dan Pantai selatan. Posisi MGM berada di kawasan lereng Merapi, Jalan Boyong, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, MGM berdiri. Dengan luas bangunan sekitar 4,470 di atas tanah seluas 3,5 hektar dan merupakan merupakan daerah yang tidak termasuk Kawasan Rawan Bencana. Posisi MGM sebagai rangkuman bahwa ada pengetahuan yang harus diperhatikan tentang keberadaan Gunung Api Merapi dan kehidupan di Jogja.

“Hari tak selamamanya hujan, pasti akan reda juga. Jadikan Gunung Api Merapi ini sebagai sahabat kehidupan karena banyak manfaat yang bisa kita nikmati dari sana. Pasir, udara, dan pemandangan yang indah dan kita perlu untuk menjaganya,” tegas Suharno. Arsitektur bangunan MGM bagian atap memiliki segitiga siku di ujungnya dan memiliki atap yang bersambung hingga kebawah. Selain untuk memasang alat penangkal petir juga memiliki filosofi yang tinggi. “Memenggal dari ujung Tugu jogja yang bermakna bahwa manusia selalu memohon petunjuk kepada Tuhannya,” imbuh Suharno.

Hubungan lingkungan dan bangunan museum mencitrakan bentuk-bentuk arsitektur bangunan candi yang berada di dalam dan sekitar Jogja seperti Candi Gedong Songo, Prambanan, Sari, Sambi Sari, dan Ratu Boko mewakili Aspek Budaya Jawa. Jika diperhatikan arsitektur bangunan MGM terdiri dari kepala (puncak/atap museum), tubuh (ruang/diorama museum) dan kaki (teras museum hingga jalan) seperti bentuk Candi Gedongsongo. MGM meski berada di ketinggian, sesungguhnya bangunan ini berada dalam cekungan seperti halnya lokasi Candi Sambi Sari dan Prambanan. Tampak sekali jika terlihat dari halaman belakang yang terdapat sebuah opentheater berundak (seperti pagelaran bullet Ramayana).

Arsitektur bangunan museum
Open Theater

Arsitektur banguan Candi Ratu Boko tampak diadopsi pada bentuk teras bangunan yang belum bisa diakses untuk umum ini, ruang terbuka berbentuk segi 4 berfungsi untuk meletakkan bebatuan hasil erupsi merapi, serta 3 tangga utama menuju museum. Akses jalan untuk kursi roda berkelok di sisi samping 3 tangga utama mewakili konsep utara selatan di Jogja. Utara adalah Gunung Merapi dan Selatan adalah Samudera Hindia. Bahwa perjalanan itu di mulai dari bawah (selatan) menuju utara (atas) meski selalu berbelok namun tetap fokus menjalani kehidupan meraih tujuan menuju yang Esa.

Arsitektur bangunan museum
Bagian bangunan yang terilhami dari Candi Ratu Boko

Lengkap sekali candi-candi di sekitar Jogja yang diadopsi dalam arsitektur bangunan MGM sehingga melengkapi deretan arsitektur indonesia. Jika anda penasaran dengan Bangunan MGM anda bisa langsung berkunjung ke sana tiap hari Selasa-Minggu jam 08.00-15.30 WIB kecuali Jum’at pada jam 08.00-14.30 WIB. Cukup dengan harga tiket Rp 5.000 rupaih khusus wisatawan domestik dan Rp 10.000 untuk wisatawan mancanegara. Harga yang sama untuk anda bisa menikmati pemutaran Film Maha Guru Merapi.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*