Bandara Silangit-Prediksi Menpar Arief Yahya soal Bandara Silangit, Tapanuli Utara persis! Begitu Akses Udara dibuka, Destinasi Danau Toba Bergairah. Menpar Arief menyebut Supply creates its own Demand! Itu awal perdebatan untuk mengaktifkan Bandara Silangit untuk Pariwisata. Maka, 22 Maret 2016 Garuda Indonesia resmi terbang langsung rute Soekarno Hatta ke #Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. #PesonaBandaraSilangit

Rute Jakarta-Silangit dilayani dengan pesawat Bombardier CRJ-1000 NextGen “Explore Jet” berkapasitas 96 penumpang all economy class. Awalnya, Garuda Indonesia hanya terbang 3 kali seminggu rute Jakarta-Silangit. Sekarang setiap hari terbang Jakarta-Silangit, masih dengan Bombardier CRJ-1000 NextGen “Explore Jet.”

Bandara Silangit adalah akses udara terdekat yang sudah beroperasi di dekat kawasan Pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara. Danau Toba itu satu dari 10 Bali Baru atau 10 Destinasi Prioritas yang sudah ditetapkan Presiden Jokowi. Sebagai destinasi prioritas, maka destinasi itu harus berkelas dunia dan alam serta budaya Danau Toba telah memenuhi syarat untuk itu.

Agar menjadi World Class Destination, maka Menpar Arief Yahya meminta agar Bandara Silangit dinaikkan status dan fasilitasnya. Yakni, menjadi Bandara Internasional, agar wisatawan mancanegara bisa terbang langsung ke kawasan Danau Toba tersebut. Menpar Arief Yahya meminta agar manajemen Angkasa Pura II untuk percepatan membangun semua prasyarat untuk menjadi International Airport.

Bandara Silangit. Dok. Generasi Pesona Indonesia

Maka Dirut AP II Mawaluddin pun ngebut untuk mempersiapkan Bandara Silangit menjadi international airport. Menhub Budi Karya S setuju mempercepat Bandara Silangit menjadi bandara internasional, dari rencananya 2018. Dulu, sebelum Bandara Silangit diaktifkan, rencananya hanya akan dibangun terminal dengan kapasitas 100 ribu penumpang per tahun.

Lalu diperbesar lagi, menjadi kapasitas 200 ribu penumpang per tahun, dinaikkan 100% dari rencana awal. Kini, Danau Toba bakal makin meledak, Bandara Silangit Over Target 300% di semester I tahun 2017. Selama semester pertama Jan-Juni 2017 jumlah penumpang yang datang via Silangit mencapai 124.000. Angka 124.000 itu bertumbuh lebih dari 300% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun lalu hanya 31.000 penumpang, sekarang ada 124.000 penumpang, atau naik lebih dari 300%.

Danau Toba. Dok, Generasi Pesona Indonesia

Jadi dalam satu bulan tak kurang dari 20.000 penumpang. Angka yang cukup signifikan, bahwa Supply benar-benar meng-create Demand. Bahkan Prediksi Dirut AP II @awaluddin, sampai akhir tahu 2017 ini bisa menembus 250 ribu orang, sanpai 300 ribu penumpang.

Sedangkan proyeksinya, Bandara Silangit hanya akan dilalui oleh 100 ribu dalam setahun. Data itu sekaligus menunjukkan animo masyarakat untuk terbang ke kawasan wisata Danau Toba sangat tinggi. Dirut AP2 Awaluddin menyebut, saat ini dua maskapai melayani penerbangan ke Bandara Silangit yakni Garuda Indonesia dan SriwijayaAir. Dan dalam waktu dekat akan menyusul LionAir yang sangat agresif membangun connectivity Pariwisata.

“Dari pembukaan awal, Garuda Indonesia terbang 3x seminggu, sekarang tiap hari terbang Jakarta-Silangit Tapanuli Utara. Sedangkan Sriwijaya dengan pesawat Boeing 737-500 terbang 2 kali sehari,” Awaluddin.

Tak heran jika Danau Toba Sungguh Recomanded! Dok. Generasi Pesona Indonesia

Dirut AP II Awaluddin terus kebut pengembangan Bandara Silangit agar siap sebagai bandara internasional September 2017. Kapasitas terminalnya yang dekat Danau Toba ini dibangun untuk bisa menampung 500.000 orang, naik lagi dalam setahun. Bandara Silangit di Danau Toba ini ketinggiannya 1400 m dpl, Runway-nya peninggalan Jepang diperpanjang dari 2.200 m ke menjadi 2.600 m dan runway diperlebar dari 30 meter menjadi 45 meter.

Peningkatan penumpang pasca menjadi bandara internasional akan menarik penumpang dari 3 hubungan bandara internasional, yakni Bandara Changi Singapura, Bandara Internasional Kuala Lumpur, dan Bandara Suvarnabhumi Bangkok. Desain awal sebenarnya domestik sebab permintaan Kemenpar untuk mengembangkan pariwisata Danau Toba.

Nanti, bandara ini berbeda dengan bandara domestik lain, karena ada penambahan fasilitas Bea Cukai, Karantina, dan Imigrasi. Kalau ingin menjadi global standar, dan memiliki customers di global market, maka aksesnya pun harus international standar. Sehingga ada direct flight yang bisa langsung dari negara originasi ke destinasi Danau Toba yang sudah masuk prioritas itu. Pekerjaan utama menciptakan Destinasi Pariwisata yang berkelas adalah membangun atraksi, akses, dan amenitas.

Danau Toba di Sumatera Utara memang menjadi salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Destinasi lain adalah Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Morotai di Maluku Utara, Tanjung Lesung di Banten, Wakatobi di Sulawesi Tenggara. Lalu Kepulauan Seribu di DKI, Borobudur di Jateng, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT dan Kawasan Bromo Tengger di Jatim.

*Tulisan ini ditujukan untuk mendukung pengembangan destinasi wisata di Indonesia. Data dan Foto di atas dari Generasi Pesona Indonesia.
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*