Katarak-Indonesia merupakan negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara dengan jumlah penderita sebesar 1,5% per dua juta penduduk. Setiap tahun 240.000 orang terancam mengalami kebutaan katarak.

Katarak adalah penyakit mata di mana lensa mata menjadi keruh atau buram sehingga menyebabkan penurunan penglihatan. Biasanya katarak menyerang orang diatas usia 40 th dan dapat menjadi penyebab utama kebutaan dan dapat menyerang bayi serta anak-anak yang memiliki GEN Katarak. Tanpa ada gejala atau rasa sakit bahkan tanpa iritasi, namun kondisi katarak dapat terus berkembang sehingga membuat pandangan mata penderita menjadi samar dan kabur.

Penyakit katarak sesungguhnya dapat disembuhkan melalui operasi meski pun biayanya tidak murah. Sehingga pemerintah mengeluarkan Jaminan Kesehatan Nasional yang salah satunya dapat digunakan untuk kesembuhan katarak. Namun tidak banyak masyarakat yang tahu, bahwa katarak ini bisa disembuhkan.

“Kami kurang tahu, apakah sosialisasinya kurang. Sebab meski JKN menjamin dan juga gratis bagi pasien miskin, namun tiap ada bakti sosial, peminatnya tinggi,” ucap dr Purwadi Sujatno

Ketidak tahuan masyarakat bahwa katarak bisa disembuhkan dengan operasi, juga ketidakcukupan biaya untuk pengobatan menjadi alasan PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk untuk melakukan program operasi katarak gratis yang pencanangannya diresmikan oleh Wapres RI Budiono pada 15 Januari 2011 yang lalu.

Tim Dokter Operasi Katarak Gratis. Dokpri

Masih bertempat di RS Bethesda Yogyakarta seperti pada tahun 2015, Tolak Angin Sido Muncul  mengawali komitmen dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) cabang DI Yogyakarta di tahun 2017 ini, untuk  mengadakan penandatanganan kerjasama operasi katarak sebanyak 350 mata.

Operasi katarak gratis Tolak Angin Sido Muncul bekerjasama dengan Perdami Yogyakarta pada tahun 2017 diawali di RS Bethesda Yogyakarta  (21/7) dengan menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) yang akan mengoperasi 50 mata.

Penanda tanganan kerjasama operasi katarak gratis DI Yogyakarta tahun 2017 ini dilakukan oleh perwakilan dari PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Nanik R. Sunarso Senior Manager PR Sido Muncul dan Ketua Perdami Cabang DI Yogyakarta dr. Purjanto Tepo Utomo SpM(K).

Penyerahan Bingkisan Kepada Perwakilan Pihak yang bekerjasama dengan PT. Sido MUncul. dokpri

Dilanjutkan penyerahan bantuan operasi katarak gratis secara simbolis dari perwakilan PT. Sido Muncul, Tbk kepada Direktur RS Bethesda Yogyakarta dr.R.Gatot Titus Wratsongko, Sp.THT, Rektor UKDW Ir.Henry Feriadi,Ph.D dan Ketua Perdami Cabang Yogyakarta dr.Purjanto Tepo Utomo SpM(K). Turut hadir juga pejabat-pejabat terkait di DI Yogyakarta.

penyerahan bantuan operasi katarak gratis secara simbolis dari perwakilan PT. Sido Muncul, RS. Bethesda, dan UKDW. Dokpri

Melalui Nanik R. Sunarso, Senior PR Manager PR Sido Muncul mewakili Direktur PT. Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengharapkan adanya operasi katarak gratis ini dapat mengurangi angka penderita katarak, khususnya di DIY dan sekitarnya. Melalui kegiatan ini masyarakat dihimbau bisa menghilangkan persepsi bahwa operasi katarak sesuatu yang menakutkan.

Operasi katarak gratis Tolak Angin Sido Muncul telah dilaksanakan sejak tahun 2011 di 27 propinsi, 211 kota/kabupaten, di 235 Rumah Sakit/klinik mata di seluruh Indonesia. Jadi total yang telah dioperasi kerjasama  antara PT. Sido Muncul, Tbk dan Perdami sampai tahun 2017  ini berjumlah 50.558 mata.

Saat pertama kali Sido Muncul melakukan baksos operasi katarak gratis banyak mengalami kesulitan yaitu untuk mendapatkan pasien penderita katarak yang mau dioperasi. Target yang ingin dicapai 5.000 pasien, namun yang terjaring hanya 3.500 pasien penderita katarak. Selain itu jumlah Rumah Sakit yang mau diajak kerjasama hanya sedikit jumlahnya. Saat itu belum ada program BPJS dari pemerintah.

Pada tahun 2012 Sido Muncul bekerjasama dengan TNI AD untuk melaksanakan operasi katarak gratis. Dengan dibantu oleh KASAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo pada saat itu, yang ikut mengkampanyekan Gerakan Penanggulangan Buta Katarak di Indonesia melalui iklan layanan masyarakat dari Tolak Angin Sido Muncul, target operasi katarak untuk 12.000 mata dapat tercapai, bahkan melampaui yaitu sebanyak 12.700 mata.

Sido Muncul merupakan perusahaan yang didirikan pada 1951 oleh Ibu Rahmat Sulistio dan menjadi perusahaan terbuka pada 18 Desember 2013. Perusahaan yang bergerak di bidang obat herbal ini, kini dikelola oleh generasi ketiga yaitu Irwan Hidayat, Sofyan Hidayat, Sigit Hartoyo, Johan Hidayat, dan David Hidayat. Sebagai perusahaan terbuka, Sido Muncul juga dikelola oleh beberapa profesional dan seorang Komisaris Independen.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*