Denyut Sinergitas di Jogja untuk Indonesia

Keberagaman adalah keniscayaan di Indonesia. Menjaga keberadaannya sebagai kekayaan Indonesia paling mutlak jadi kerja bersama. Komunitas merupakan komponen kecil di dalam sebuah mega organisasi yang disebut negara. Bisa juga sebagai miniatur keberagamannya. Sekelompok warga net muda punya komitmen sama, bergerak untuk perdamaian bangsa, sebut saja duta damai dunia maya.

Berada di Jogja sebagai salah satu komunitas Duta Damai Dunia Maya yang selalu bersinergi dengan BNPT melalui Pusat Media Damai akan berbagi pengalaman tentang merawat keberagaman, bertahan, dan bergerak bersama. Sejak 21 Juli 2016 Duta Damai berkerja, kami menyebutnya denyut sinergitas di Jogja untuk Indonesia. Read More

Share

Buta Katarak Bisa Sembuh dengan Operasi

Katarak-Indonesia merupakan negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara dengan jumlah penderita sebesar 1,5% per dua juta penduduk. Setiap tahun 240.000 orang terancam mengalami kebutaan katarak.

Katarak adalah penyakit mata di mana lensa mata menjadi keruh atau buram sehingga menyebabkan penurunan penglihatan. Biasanya katarak menyerang orang diatas usia 40 th dan dapat menjadi penyebab utama kebutaan dan dapat menyerang bayi serta anak-anak yang memiliki GEN Katarak. Tanpa ada gejala atau rasa sakit bahkan tanpa iritasi, namun kondisi katarak dapat terus berkembang sehingga membuat pandangan mata penderita menjadi samar dan kabur. Read More

Share

Yogyakarta Berbenah, Mataram Culture Festival Respon Revitalisasi Malioboro

Mataram Culture Festival-Tak ada yang memungkiri, Malioboro makin hari makin memukau. Pedestrian semakin ramah untuk pejalan kaki dan difabel, ruang terbuka semakin luas, bersih, banyak tempat duduk, tempat sampah, dan tentunya pedagang kaki lima pun makin rapi. Sebagai Warga Yogyakarta, kondisi ini membuat penulis tak punya alasan untuk pergi ke luar kota terlalu lama.

Program Revitalisasi Malioboro Pemerintah Daerah DIY sejak 2016 ini direspon baik oleh Dinas Pariwisata Daerah DIY, salah satunya dengan Mataram Culture Festival. Berbeda dengan tahun lalu, Mataram Culture Festival 2 ini digelar secara terbuka di sepanjang Pedestrian Malioboro pada Sabtu, 15 Juli 2017 . Read More

Share

Cara Sederhana Berbagi Ceria di Bulan Ramadan bersama Yamaha

Suatu hari aku bertanya pada diriku, kapan terakhir aku tersenyum lepas dan merasakan kepala dan tubuhku terasa ringan? Ingatanku sulit merangkak ke belakang, entah kapan terakhir aku bisa merasakan itu. Aku hanya ingat bahwa hari-hariku penuh sandiwara dan tenggat kerja.

Lalu aku bertanya kembali kepada diriku, kapan terakhir aku memberikan kepunyaanku untuk orang lain? Aku menghelas napas, rasa-rasanya hariku sudah terampas dan aku lupa akan hari untuk diriku sendiri. Read More

Share

Cerdas di Dunia Maya bersama Smartfren 4G Terbaik

Smartfren 4G – Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tahun 2016 menyatakan bahwa 51,8% dari penduduk Indonesia atau sekitar 256,2 juta orang merupakan pengguna internet. Pulau Jawa, menyumbang 65% populasi pengguna internet terbesar di Indonesia, yakni sebanyak 86,3 juta orang dengan rata-rata usia 14-40 tahun. 

smartfren 4g
Sumber: goukm.id

Read More

Share

⁠⁠⁠⁠ Kenangan Terserak tentang Jogja International Air Show 2017

Aku ucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia Jogja International Air Show 2017. Kerja yang luar biasa dan capek luar biasa pula. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana capeknya para panitia selama 5 hari kerja. JIAS2017 seperti orang hajatan.

Jogja International Air Show (JIAS) 2017 merupakan lanjutan dari Jogja Air Show 2016. Tahun ini tidak hanya atlet lokal yang memeriahkan Bulan Dirgantara. JAS Go Internasyenel! Seperti yang dikatan oleh Marsma TNI Novyan Samyoga saat Jagongan Malioboro, “Perbedaan JAS tahun ini adalah ketambahan Internasional. Akan ada 10 Atlet yang terlibat dalam kegiatan Jogja International Air Show 2017,” ucapnya Sabtu (22/4) lalu.

Selain itu #JIAS2017 merupakan bentuk keadilan untuk Masyarakat Jogja beserta kejutan lainnya. Simak Fakta selama perhelatan #JIAS2017 yang memang berbeda di tahun ke-13 ini. Read More

Share
Masdjo

Masyarakat Digital Jogja Biasa dikenal Masdjo

Masdjo-Tidak mudah bergabung dalam jaringan ini. Saya pribadi harus melalui tahap-tahap diskusi.
Ketika pertemuan awal, saya ditanya mulai dari:

“Kesibukanmu apa, Zha?”
“Aku penulis. Aktif di banyak komunitas.”
“Komunitasmu apa aja?
“Salah satunya duta damai dunia maya,” sambil berbisik aku mengatakannya.
“Itu bentukan siapa?”
“Kerjanya ngapain?”
“Di Jogja orang-orangnya siapa aja?”
dan seterusnya dan seterusnya.

Read More

Share

Perempuan Indonesia-Tips menghindari Fitnah sebagai Perempuan Jomlo

 

Perempuan Indonesia-Artikel ini terinspirasi dari kehidupan pribadiku dan teman sebayaku. Saat ini kami sama-sama masih jomlo dan bekerja. Pekerjaan kami tidak memungkinkan untuk membatasi interaksi dengan laki-laki. Aku sebagai pekerja lapangan sedangan temanku sebagai seorang dokter umum. Kami berteman sudah cukup lama sejak TK, sekitar 22 tahun. Berkisahlah dia sebut pada saya, tepat di perayaan #womensday #womensmarch Read More

Share

Sekolah Tumbuh Expo: Hands On, Mind On, Heart On

 

Sekolah Tumbuh- Sebelas tahun perjalanan sekolah tumbuh direpresentasikan dalam bentuk pameran di Jogja National Museum, Yogyakarta dari tanggal 14-19 Februari 2017. Pameran ini sekaligus bentuk perayaan ulang tahun Sekolah Tumbuh yang kesebelas.

Sekolah Tumbuh berdiri sejak 2006 yang dilatarbelakangi oleh kegelisahan KPH. Wironegoro pada kondisi pendidikan dan layanan di Yogyakarta yang dirasa belum dapat memfasilitasi semua hak anak. Hak untuk mendapatkan yang sama dalam layanan pendidikan.

Pameran ini merupakan salah satu strategi sekolah tumbuh untuk menggaungkan lagi Kebhinekaan dan Keberagaman di Yogyakarta. “Selama 11 tahun kami mempersiapkan sekolah tumbuh berbasis inklusi dan multikultur. Tujuan pameran ini untuk mengingatkan kembali tentang kebhinekaan dan keberagaman. Jogja sebagai salah satu kota di Indonesia yang memiliki intoleransi tinggi” ungkap KPH Wironegoro selaku Ketua Yayasan Edukasi Anak Nusantara.

Sekolah Tumbuh menyadari bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda-beda dan berkebutuhan khusus. Sekolah yang menganut sistem komunitas ini juga prihatin terhadap sikap masyarakat bahwa tiap anak berkebutuhan khusus harus dirujuk ke Sekolah Luar Biasa.

Momentum 11 tahun Sekolah Tumbuh Mengangkat tema pameran; Entrepeneur, perpustakaan pusat studi inklusi, dan carnival and living room. Tema ini ditujukan kepada masyarakat sebagai salah satu bentuk edukasi tentang sekolah berbasis inklusi dan multikultur.

Lima Sekolah  terlibat langsung dalam kegiatan pameran ini, yaitu SD Tumbuh 1, SD Tumbuh 2, SD Tumbuh 3, SMP Tumbuh, dan SMA Tumbuh.

Admila Rosada selaku menejemer program pusat studi inklusi Sekolah Tumbuh menbahkan bahwa selama pameran akan ada stand pendaftaran siswa baru dan pojok konsultasi.

Menurut Admila, “sekolah inklusi bukan sekolah khusus namun pendidikan umum yang menggabungkan keberagaman. Sekolah kami tingkat SD mendapat akreditasi nilai A pada tahun 2011 dan 2016. Sedangkan SMP juga A ditahun 2014.

Sekolah Tumbuh Expo ini dibuka oleh GKR Hemas yang diwakili oleh Kanjeng Ratu Hayu pada Selasa (14/02) di Jogja National Museum. Expo ini dibuka untuk umum dan gratis jam buka 09.00-21.00 WIB.

View on Path

Share