Bahagia dan ‘role model’ sebagai Kunci Sukses

Pulang adalah keputusan menumpas rindu. Pulang, untuk manyapa lebih akrab orang-orang terdahulu. Meretas waktu bukankah selalu mendulang haru?

Jum’at (11/05) lalu aku berkesempatan mengikuti acara PLN Mengajar. Sebuah program yang bertujuan untuk membantu peningkatan pendidikan dan partisipasi dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa serta menumbuhkan minat dan kepedulian kepada masyarakat, khususnya di sektor ketenagalistrikan ini dilaksanakan oleh unit PLN secara nasional.

Pada kesempatan kali ini, General Manajer PLN Distribusi Jawa Tengah & D.I.Yogyakarta, Agung Nugraha hadir menjadi inspirator atau guru sehari di SMA Negeri 08 Yogyakarta. Sebanyak 256 siswa kelas 2 hadir mengikuti kelas Pak GM di Aula sekolah di Jl. Sidobali No.1, Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta.

Program ini dikhususkan pada alumnus sekolah untuk bisa memberikan motivasi dan role model kepada adik tingkat yang masih menimba ilmu saat ini. Tak terkecuali, Agung yang merupakan alumnus SMA Negeri 8 Yogyakarta Tahun 1987. Agung memanfaatkan waktu kini untuk berbagi inspirasi pengalaman pada saat bekerja di PLN tentang bagaimana bekerja keras dalam melakukan pelayanan dan melistriki di nusantara. Ia juga berbagi mengenai kesuksesan dalam memperoleh prestasi disekolah serta hingga saat ini.

“Bahagia dalam menjalani sesuatu dan menggapai cita-cita agar bisa meraih kesuksesan itu penting. Jadi Bahagia dulu agar kita enak melangkah menggapai cita-cita,” Tegas Agung.

Dengan tema “Terangi Bangsa Dengan Pendidikan”, Agung berbagi pengetahuan mengenai asal usul listrik, Contact Center PLN 123 dan pengetahuan kelistrikan lainnya sehingga diharapkan dapat membuat siswa memiliki wawasan, kontribusi, kepedulian tentang ketenagalistrikan.

Agung menyerahkan dana CSR secara simbolis. Dokpri

Drs. Suhardi, selaku wakil kepala sekolah SMA Negeri 8 Yogyakarta bidang kesiswaan  menyampaikan terima kasih telah menjadikan sekolahnya sebagai tempat PLN Mengajar dan menyatakan bahwa program mengajar ini sangat bagus, bermanfaat dan berharap bisa memotivasi siswa untuk bisa belajar giat dan bekerja keras meraih sukses. Dia juga  berterimakasih atas bantuan CSR yang sudah diberikan dari PLN berupa 2 unit komputer dan 4 unit printer yang sangat bermanfaat untuk menunjang program program disekolah.

Suasana semakin mengharu biru dan spesial saat Sri Ruspita Murni dan Tri Siyarni, 2 guru pensiunan SMAN 8 Yogyakarta selaku mantan guru Agung hadir tanpa sepengetahuan Agung. Beliau berdua juga turut memotivasi siswa agar belajar dengan giat hingga dapat mengikuti jejak Agung bahkan lebih.

Saksikan keseruan PLN Mengajar di SMA N 8 Yogyakarta:


PLN Mengajar yang merupakan program PLN secara nasional ini juga dilaksanakan di beberapa sekolah pada wilayah PLN Jawa Tengah & DIY. Dengan total 4 sekolah selain SMAN 8 Yogyakarta, PLN Mengajar dilaksanakan juga di SMAN 2 Yogyakarta dengan inspirator  Eric Rossi, Manajer PLN Area Yogyakarta, SMAN 1 Temanggung dengan inspirator Tri Prantoro, Manajer Perencanaan PLN Distribusi Jawa Tengah & DIY, dan SMPN 1 Karanganyar Kebumen dengan inspirator Atmoko Basuki, Manajer Area Magelang.

Dalam program ini PLN juga memberikan bantuan pendidikan melalui CSR sejumlah total Rp.129.250.000 untuk 4 sekolah tersebut. Salam Listrik.

Share

Kespro dan Puncak Demografi

Kespro dan Puncak Demografi-Remaja saat ini merupakan kelompok yang akan mengalami puncak demografi pada tahun 2020-2030. Masa depan mereka dimulai dari sekarang agar bisa menikmati masa emas itu, salah satunya pengetahuan kesehatan reproduksi (kespro). Tak disangka, pendidikan kespro ternyata menjadi isu penting yang harus diperhatikan saat ini selain narkoba, kenakalan remaja, dan juga radikalisme serta terorisme.

Tabu adalah tembok penghalang tersampainya kebenaran. Namun, tingkat kesadaran orang tua akan pentingnya kespro untuk remaja yang rendah dan karena masih menggenggam tabu menjadi sumbu pertama gagalnya remaja untuk mencapai kesuksesan pada puncak demografi nanti.

Tingginya rasa ingin tahu, membuat remaja mencari-cari informasi. Jika serampangan, terjebaklah pada pacaran tak sehat, penyakit kelamin menular, HIV/AIDS kehamilan pranikah, nikah usia dini, kelahiran bayi difabel hingga kematian ibu dan anak.

Masihkah kita akan menggenggam tabu untuk pendidikan kespro?

Padahal sudah 38,6 juta orang terinveksi HIV/AIDS dan 25 juta jiwa di dunia meninggal karenanya. Adalah tantangan bersama demi puncak demografi nan gemilang di 2020-2030.

Share

Buta Katarak Bisa Sembuh dengan Operasi

Katarak-Indonesia merupakan negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara dengan jumlah penderita sebesar 1,5% per dua juta penduduk. Setiap tahun 240.000 orang terancam mengalami kebutaan katarak.

Katarak adalah penyakit mata di mana lensa mata menjadi keruh atau buram sehingga menyebabkan penurunan penglihatan. Biasanya katarak menyerang orang diatas usia 40 th dan dapat menjadi penyebab utama kebutaan dan dapat menyerang bayi serta anak-anak yang memiliki GEN Katarak. Tanpa ada gejala atau rasa sakit bahkan tanpa iritasi, namun kondisi katarak dapat terus berkembang sehingga membuat pandangan mata penderita menjadi samar dan kabur. Read More

Share

⁠⁠⁠⁠ Kenangan Terserak tentang Jogja International Air Show 2017

Aku ucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia Jogja International Air Show 2017. Kerja yang luar biasa dan capek luar biasa pula. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana capeknya para panitia selama 5 hari kerja. JIAS2017 seperti orang hajatan.

Jogja International Air Show (JIAS) 2017 merupakan lanjutan dari Jogja Air Show 2016. Tahun ini tidak hanya atlet lokal yang memeriahkan Bulan Dirgantara. JAS Go Internasyenel! Seperti yang dikatan oleh Marsma TNI Novyan Samyoga saat Jagongan Malioboro, “Perbedaan JAS tahun ini adalah ketambahan Internasional. Akan ada 10 Atlet yang terlibat dalam kegiatan Jogja International Air Show 2017,” ucapnya Sabtu (22/4) lalu.

Selain itu #JIAS2017 merupakan bentuk keadilan untuk Masyarakat Jogja beserta kejutan lainnya. Simak Fakta selama perhelatan #JIAS2017 yang memang berbeda di tahun ke-13 ini. Read More

Share
Masdjo

Masyarakat Digital Jogja Biasa dikenal Masdjo

Masdjo-Tidak mudah bergabung dalam jaringan ini. Saya pribadi harus melalui tahap-tahap diskusi.
Ketika pertemuan awal, saya ditanya mulai dari:

“Kesibukanmu apa, Zha?”
“Aku penulis. Aktif di banyak komunitas.”
“Komunitasmu apa aja?
“Salah satunya duta damai dunia maya,” sambil berbisik aku mengatakannya.
“Itu bentukan siapa?”
“Kerjanya ngapain?”
“Di Jogja orang-orangnya siapa aja?”
dan seterusnya dan seterusnya.

Read More

Share