Belajar Sejarah Melalui 6 Destinasi Wisata di Bogor

Sebagai salah satu kota yang paling berdekatan dengan Jakarta, Bogor menjadi destinasi utama pilihan warga ibu kota untuk menghabiskan akhir pekan atau waktu liburan. Tak hanya wisata alam saja, Bogor juga memiliki wisata sejarah yang tak boleh Sahabat Kata lewatkan, seperti berikut ini: Read More

Share

Melipat Senja di Nanamia Pizzeria

Sore itu mentari hangat. Kau duduk sambil menyenderkan bahumu yang lelah. Sesekali kau pandangi cakrawala. Ada tumpukan rindu di sudut matamu.
“Mas. Besok kita buat yang pertama laki, ya,” bisikku lirih.
Kemudian garis bibirmu melengkung.
“Iya,” sambil kau rengkuh bahuku.
Sore ini, Mas. Kamu pasti juga bahagia kalau bisa membersamaiku duduk di bangku taman sambil melihat kerumunan anak-anak. Read More

Share

Pasa Harau Art & Culture Festival Akan Pecahkan Rekor Muri

Siapa pernah ke Lembah Harau? Lembah Harau salah satu lembah terindah yang ada di Indonesia. Berada di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota ini juga dijuluki sebagai Lembah Yosemite-nya Indonesia. Karena Harau punya keindahan seperti Taman Nasional Yosemite yang berada di Sierra Nevada California, Amerika Serikat. Read More

Share

Berkat Bandara Silangit Gairah Wisata Indonesia Merata

Bandara Silangit-Prediksi Menpar Arief Yahya soal Bandara Silangit, Tapanuli Utara persis! Begitu Akses Udara dibuka, Destinasi Danau Toba Bergairah. Menpar Arief menyebut Supply creates its own Demand! Itu awal perdebatan untuk mengaktifkan Bandara Silangit untuk Pariwisata. Maka, 22 Maret 2016 Garuda Indonesia resmi terbang langsung rute Soekarno Hatta ke #Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. #PesonaBandaraSilangit

Rute Jakarta-Silangit dilayani dengan pesawat Bombardier CRJ-1000 NextGen “Explore Jet” berkapasitas 96 penumpang all economy class. Awalnya, Garuda Indonesia hanya terbang 3 kali seminggu rute Jakarta-Silangit. Sekarang setiap hari terbang Jakarta-Silangit, masih dengan Bombardier CRJ-1000 NextGen “Explore Jet.” Read More

Share

Pesona Pulau Natuna Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

Pesona Pulau Natuna-Bupati Natuna, Hamid Rizal, membuka Pekan Expo Pariwisata & me-launcing Branding Natuna di lapangan SMPN 1 Bunguran. Sebagai event utama Pekan Expo menghadirkan stand-stand pameran yang menggambarkan pencapaian pembangunan Kabupaten Natuna.

Hamid Rizal mengatakan Pekan Expo ini diharapkan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Natuna, lokal maupun wisatawan manca negara. Selain menghadirkan stand pameran juga digelar Festival Band untuk memeriahkan suasana. Read More

Share

Pesona Kota Tomohon dengan Tujuh Gunung

Pesona Kota Tomohon- Lanskap Indonesia Timur sungguh memesona. Apalagi kita bicara soal Sulawesi. Yah, kebanyakan dari kita paling akrab dengan Bunaken. Tapi pernahkah Sahabat Kata mengenal Kota Tomohon? Salah satu Kotamadya di Sulawesi Utara ini terletak di sekitar 25 km atau memerlukan jarak tempuh sekitar 1 jam berkendara dari Manado.

Berada pada ketinggian 1000 mdpl membuat Kota Tomohon dikenal sejuk & banyak memiliki destinasi wisata. Baik wisata alam, kuliner, religi, pun kegiatan kreatif terangkum sebagai pesona Kota Tomohon yang tiada duanya. Read More

Share

6 Pesona Wisata Yogyakarta Dekat Malioboro yang Wajib Sahabat Kata Kunjungi

Malioboro punya daya tarik tersendiri untuk wisatawan baik lokal mau pun manca negara. Malioboro tak sekedar menawarkan wisata belanja, kuliner, sejarah, namun juga menarkan rindu. Banyak hal yang bisa dilakukan di sekitar Malioboro jika Sahabat Kata berkunjung ke sana.

Ngomong-ngomong Malioboro, apakah Sahabat Kata tahu mengapa Malioboro begitu sering menjadi incaran para wisatawan hingga saat ini? Salah satu alasannya adalah karena lokasi Malioboro juga berdekatan dengan lokasi wisata lain di Jogja. Saking dekatnya, beberapa lokasi wisata pun bisa dikunjungi hanya berjalan kaki.

Seru sekali, bukan? Lalu, kira-kira lokasi wisata apa saya yang ada di sekitar Malioboro? Read More

Share

D’WALIK Hadir Lengkapi Wisata dalam Kota Yogyakarta

Hai, Sahabat Kata…
Masih nuansa Syawalkan, ya. Elzha ucapkan Minal ‘aidzin wal fa idzin ya… Semoga kesalahan dan dosa kita telah disucikan di bulan nan fitri ini. Aamiin.

Bagaimana dengan #liburlebaran kali ini, mudah-mudahan berkesan. Ohya, kemarin sempat gak, mampir ke Trick Eye Museum? Gak kebayang deh, pasti ramai banget. Nah mumpung sisa THR masih ada, aku sarankan segera ke sana. Biar kalian makin hitz  :). Kuy, baca sampai tuntas biar sahabat kata punya gambaran mau bawa apa dan bergaya bagaimana di sana. Read More

Share

Botram, Buka Puasa Ala Sunda Hadir di Vidi Jogja

Botram ala Vidi – Halo Sahabat Kata, tidak terasa Ramadhan udah dapat setenganya, ya. Bagaimana? Lancar? Atau sudah bolong? Terpenting adalah tetap sehat selama Ramadhan. Aamiin. Sudah mencoba buka puasa di mana saja, nih? Boleh, lho berbagi cerita di kolom komentar. Pasti ada yang seru dan berkesankan dari serentetan undangan buka bersama? Pun Elzha. Buka Puasa paling berkesan adalah Botram, buka puasa ala Sunda yang disediakan oleh Vidi Group Jogja. Mau tahu keseruannya?

Apa itu Botram? Kalau dilihat dari cara penyajiannya, botram seperti makan kembul atau makan bersama-sama berlaskan daun pisang yang dipanjangkan. Semua menu makanan tumplek blek di sana. Maksudnya semua menu makanan mulai dari Nasi, lauk, sayur, sambal, lalap semua di tata sedemikian rupa biar menarik di atas daun pisang. Cara makannya ya di situ bersama-sama.

Botram sendiri diperkirakan bukan kata asli Indonesia atau pun Sunda. Botram berasal dari Bahasa Belanda “boterham,” berarti irisan roti isi mentega dan ham. Orang-orag belanda itu sering membawa boterham saat piknik dan makan bersama di kebun. Setelah mengalami akulturasi budaya, orang sunda menyebutnya botram dan mengganti menu roti dengan masakan rumahan khas sunda. Botram bagi orang Sunda berarti kebersamaan dan kesederhanaan.

sajian botram-dok pri

Gambar di atas adalah Botram ala Vidi Jogja yang saya cicipi bersama teman-teman foodie. Tak seperti mereka yang dengan leluasa bisa menikmati nasi, saya bisa dengan puas menikmati masakan sayur dan lauk olehan sunda.

Ya, Karedok, semacam lalapan yang telah dicampur dengan bumbu kacang ini sangat pas di perut. Lauk paling enak adalah ikan teri yang tidak asin fdan crispy. Ayam bakar yang tidak terlalu gosong dengan manis yang pas. Serta botok tahu yang lembut di lidah. Duh, rasanya pengen balik kesana. Meski tanpa nasi kalori saya sudah terpenuhi dengan olahan-olahan yang ada.

 

Apa istimewanya botram ala Vidi Jogja? “Vidi memikirkan higine, maka botram di sini dilengkapi dengan piring,” papar Herni Putrianti, Marketing Consultant Vidi Group.

 

Tampaknya, Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk mengingat kembali budaya leluhur kita ini. Botram atau makan kembul hadir ditengah isu intoleran yang semakin santer akhir-akhir ini. Botram Panganan Omah ala Vidi dapat digunakan sebagai ajang merajut silaturahmi, keakraban, dan kesederhanaan baik dengan keluarga, kolega, atau pun teman  yang bertempat di Sarina Garden komplek Graha Sarina Vidi.

Menu yang disajikan oleh Vidi adalah masakan rumahan campuran Jawa dan Sunda dengan 4 alternatif menu yang berbeda.

 

Bagi para pengunjung yang ingin menikmatinya harus melakukan reservasi terlebih dahulu karena Vidi akan menyediakan masakan yang “fresh.” Harga yang ditawarkan 55.000/orang sebanding dengan rasa, porsi dan tingkat kebersihan yang selalu dijaga oleh Vidi. Salah satu buktinya dengan tetap menyediakan piring rotan yang diberi alas daun pisang, tidak hanya itu dengan harga tersebut para pengunjung juga sudah mendapatkan free ta’jil.

 

Karena ini merupakan konsep makan bersama, reservasi dilakukan minimal untuk 30 orang dan akan mendapatkan 3 free pax sehingga total yang akan penggunjung dapatkan 33 pax. Jangan khawatir dengan suasana yang ditawarkan Sarina Garden, konsep taman outdoor sehingga bisa merasakan angin semilir sore pun dapat menambah nikmatnya berbuka bersama. Fasilitas yang diseiakan pun lengkap, lapangan parkir yang luas, mushola dan juga akses wifi. Jangan tunda-tunda lagi, segera reservasi. Silakan hubungi Herni Putrianti di 085747844748.

Alamat Botram Ala Vidi Jogja:

Share