JW Marriot Surabaya untuk Akhir Pekan yang Sibuk

Senin sampai dengan Jumat saya habiskan untuk bekerja di sebuah Lembaga Sosial Masyarakat (LSM). Setiap harinya pekerjaan saya adalah menulis lalu mengupload ke website milik kantor. Saya dibebaskan untuk menentukan jam kehadiran dengan catatan pekerjaan saya selesai. Dengan demikian kehadiran hanya sebatas formalitas kerja saja.

Selain bekerja di LSM saya juga mengambil pekerjaan lain, di antaranya MC, menulis untuk sebuah penerbit, editor di sebuah majalah, dan transkripper. Pekerjaan sampingan ini biasanya mengambil waktu akhir pekan saya.

Prioritas hidup saya saat ini adalah karier dan keluarga. Sebagai perempuan single bekerja full time dengan macam-macam pekerjaan seperti ini tidak begitu masalah bagi saya. Saya selalu menyelakan waktu untuk bisa berkumpul dengan keluarga, tentunya yang berkualitas. Mungkin di antara kesibukan saya tidak harus akhir pekan, ketika saya berkesempatan pulang, maka saya pulang.

Kebutuhan untuk menyampaikan rindu dan merasakan hangatnya berkumpul dengan keluarga sudah pasti terpenuhi. Saya hanya butuh waktu 1 jam untuk sampai di rumah orang tua saya. Single memang seperti burung liar yang bebas terbang ke seluruh penjuru. Tapi dia juga rentan kesepian lho. Eh.

Nah, mungkin akan jadi hal yang berbeda bagi anda yang sudah menjadi orang tua. Pekerjaan merupakan hal yang sama penting dengan keluarga. Waktu bertemu dengan anak-anak menjadi sulit. Biasanya, akhir pekan adalah pilihan untuk berkumpul bagi orang tua sibuk.

Sebagai orang tua yang bekerja di luar rumah, kadang juga tidak bisa menolak keputusan kantor. Misalnya akhir pekan yang semestinya adalah waktu bersama keluarga harus terbang ke Surabaya untuk menghadiri rapat atau urusan kerja yang tidak bisa diwakilkan. Mau tidak mau, anda harus pergi dan meninggalkan keluarga.

Meninggalkan keluarga?

Jika, memang kerjaan di akhir pekan, kenapa tidak membawa turut serta sekeluarga. Surabaya selain pusat bisnis, juga menawarkan destinasi wisata edukatif. Akhir pekan tidak hanya menjadi milik anda dan pekerjaan tapi juga keluarga bukan? Anda bisa berbagi peran dengan pasangan dalam memenuhi kualitas kebersamaan saat anda sedang menghadiri rapat. Pasangan anda bersama anak-anak dapat mengisi waktu dengan berkunjung ke destinasi wisata yang jaraknya tidak jauh dari pusat kota.

Treveloka pilihan yang pas untuk mempersiapkan akhir pekan anda di Surabaya bersama keluarga. Anda bisa memilih Hotel JW Marriot Surabaya sebagai pilihan penginapan tentunya dengan kemudahan yang diberikan oleh Treveloka. Selain fasilitas hotel yang serba lux, hotel ini juga sangat strategis. Hanya berjarak 14,45 km dari Bandara Juanda dan lebih dekat dengan Tunjungan Plaza yang berjarak 0,66 km serta Grahadi berjarak sekitar 0,94 km.

10000000007156446
Foto dari sini

Tidak hanya itu, fasilitas kebugaran juga tersedia di dalam hotel ini. Jika pasangan dan anak-anak anda bosan berada di lingkungan hotel bisa berkunjung ke tempat bersejarah yang juga tidak jauh. Patung Joko Dolog salah satunya.

Patung ini merupakan wujud penghormatan kepada Putra Kertanegara bernama Wisnu Wardhana sebagai Raja Singosari. Ia berkarakter bijaksana, pakar hukum di jamannya, dan taat sebagai umat Budha. Cita-citanya ingin mempersatukan Indonesia. Cocok bukan untuk anak-anak anda. Bagaimana, masih gundah menerima pekerjaan di akhir pekan?

Share

Regenerasi Gerakan Radikal dan Terorisme

Hem, kali ini aku akan membahas satu buku yang serius sekali. Judulnya, Regenerasi Gerakan Radikal dan Terorisme dalam Masyarakat yang Semakin Terbuka. Buku ini aku temukan bertumpuk di kamar kost sahabatku. Aku tertarik dengan judul dan gambarnya. Buku-buku itu masih tersegel. Nampaknya dagangan. Awalnya aku kira hasil risetnya, “Ris, ini bukumu?” tanyaku sembari mengambil satu eksemplar dan mulai membaca sampul belakang.

“Bukan, punya pakdheku itu dijual,” katanya sambil berlalu untuk mengambil air wudlu. Saat itu hampir Isya dan dia belum menunaikan sholat maghrib. Aduh, gak bisa endorse nih, batinku. Aku mencermati pengarangnya, nampak gak asing. Prof Dr. Abdul Munir Mulkhan, S. U. Sepertinya, dosen UIN Sunan Kalijaga yang kemarin mengisi di acara BNPT bersama Muhammadiyah di akhir Juli.

“Ris, Pakdhemu yang Prof Munir kan? Dosen UIN?” tanyaku memastikan.

“Iya, mantan ketua senat,” jawabnya.

“Heh, kemarin ngisi di acara BNPT di UMY,” jawabku sambil terus memandangi bukunya.

“Hakok sampean ra ngomong nek kancaku,” cerocosnya.

“Aku gak sempat ha-ha-hi-hi, soalnya liputan, Aku beli satu ya.”

“Loh, untuk apa sampeyan?” Dia kebingungan.

“Sekarang aku jadi antek thoghut. Hahahah. Aku kerja sama BNPT sekarang, seminggu sekali menulis konten kontrapropaganda dan deradikalisasi. Buku ini sangkat membantuku. Kali aja bisa gratis, Ris.”

“Sampean lho, reseller aja,”

“Ide bagus!”

Soal buku ini, sahabat kata. Tebalnya 320 halaman dengan dimensi 14×21 cm. Penulisnya Prof. Dr. Bilveer Singh dan Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, S.U. Cetakan perdana pada Juni, 2015 dan belum dicetak lagi. Editornya Prof Abdul Munir sendiri. Layout dan desain sampul, Habib Rahmawan dan diterbitkan oleh Metro-Epistema Yogyakarta.

Buku ini terdiri sembilan Bab. Membahas secara detil pergerakan kelompok radikal dan teror di Indonesia yang tumbuh secara subur dan lestari hingga kini di generasi muda muslim. Sasarannya pun generasi muda muslim yang duduk dibangku sekolah, mahasiswa, pun dosen muda. Penulisnya menawarkan analisa faktor eksternal (alienasi, diperlakukan tidak adil, kesenjangan sosial) memicu berfungsinya faktor internal ajaran yang baku.

Pemikiran Prof Munir terhadap gerakan di Indonesia ternyata di imbangi oleh Studi Prof Bilveer terhadap aksi radikali dan teror dalam kasus Rohingya, baik disponsori negara atau non-negara. Salah satu tawaran dalam buku ini adalah dibukanya ruang re-intrepetasi penafsiran kitab suci sebagai variabel dominan. Ketika tidak tersedia ruang itu maka aksi radikal dan teror menjadi terbuka dipicu oleh kesenjangan sosial, penindasan, diperlakukan tidak adil.

regenerasiBagi sahabat kata, yang penasaran kenapa gerakan-gerakan radikal dan teror masih eksis di dunia ini seperti Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) atau ISIS (Islamic State of Iraq & Al-Sham), dan berbagai aksi teror lain yang mengatasnamakan Tuhan bisa ditemukan dalam buku ini.

Pengen punya? Beli! cuma 45K aja bisa lewat aku. Tapi belum ongkir, ya. COD khusus Jogja.

 

 

Share

Romantisme Kedai Nyah Tan Li

Akhir-akhir ini, Jogja selalu basah menjelang buka puasa hingga larut malam. Cuaca dingin membuatku enggan keluar dan beraktivitas. Maunya mendarat cantik di atas kasur lalu tarik selimut kemudian tidur. Tapi apa iya, sedang dapur harus terus mengepul.

Sore tadi, sebelum aku pergi mendung menggantung. Sempat gerimis menemani perjalananku ke Bantul. Hari ini aku ada acara kopdar dan buka puasa bareng temen-temen bloger Jogja di Desa Wisata Kasongan. Tunggu, jangan kalian pikir aku akan buka puasa dengan gerabah atau keramik. Iya, memang betul. Kasongan merupakan pusat wisata dan galeri kerajinan gerabah dan keramik. Tapi aku masih doyan makan nasi kok, aku belum berubah jadi jathilan. Read More

Share

Cakap Bermedia Sosial : Cerdas, Kreatif, Produktif

“Ada artikel di beranda teman, ku baca sampai selesai. Baru aku putuskan untuk klik suka atau sebarkan karena aku peduli dengan diriku, dirimu, dan dirinya.” ~ Elizhabeth Elzha

Aku adalah pengguna aktif internet sejak 2007. Waktu itu umurku masih belia #uhuk. Fesbuk dan yahoo messenger adalah media sosial yang ku gandrungi waktu itu. Warnet tongkronganku untuk sekedar mencari teman ngobrol. Read More

Share
Dinno Alshan

Dinno Alshan Launching Single “Jauh Berbeda”

Dinno Alshan launching Single – Pemilik nama lengkap Aldino Amirta Purwaji akrab disapa Dinno Alshan merupakan putra daerah Yogyakarta.  Ia bukanlah pemain baru di belantika musik tanah air. Kiprahnya lebih dulu sebagai pencipta lagu HITS SOLOIS seperti Rossa (Wanita yang Kau Pilih), Rio Febrian (Sendiri), TIA AFI (Harapaku/Selama Ada Hari), Dirly Idol (Akhir tak Seperti Awal), Randy Pangalila (Lewat Semesta), dan terlibat dalam penggarapan aransemen bersama beberapa musisi.

Senin, 11 April 2016 Dinno Alshan launching single “Jauh Berbeda” di Kunena Eatery, Baciro, Yogyakarta.

Read More

Share

Dinno Alshan: Jauh Berbeda

source: @dinnoalsh_music
source: @dinnoalsh_music

Hai, Sahabat Kata.

Apa kabar di Februari penuh cinta? Bagaimana dengan cintamu? Semoga tetap indah! Kali ini Aku akan berbagi cerita dengan kalian. Yah, aku mendapat kado valentine dari sahabatku. Secara, aku jomblo anyaran. Kadonya unik, tidak bisa ku pegang namun bisa ku dengar dan rasa.

Dua puluh menit terakhir kebersamaan kami, Ia menyodorkan headset padaku. Ia sambungkan pada android dan memutar sebuah lagu ber-genre jazz. Intronya asik, sumringah, setelah masuk lirik dan habis untuk bait pertama, Read More

Share