Java Jazz 2018- Salah seorang teman meninggalkan komentar di unggahan aksi panggung Endah n Rhesa, “envy sama yang liat dan update tentang javajazz”. Aku baru yakin bahwa Java Jazz Festival memang benar-benar even yang ‘memikat’.

Berbagai kejutan yang diutarakan oleh Dewi Gontha selaku Direktur Utama PT Java Festival Production, lunas. Java Jazz Festival yang dihelat selama tiga hari mulai dari 2 Maret dan berakhir pada 4 Maret 2018 adalah kali ke-14. Bertempat di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta ini baru saja usai dini hari tadi pukul 00.30 WIB.

Berhasil mewujudkan konsep milenial, Java Jazz Festival  dibanjiri anak muda zaman now. Hal ini terlihat dari stage-stage yang berkonsep urban. MLD Bus Stage berada di area food court menjadi ‘base camp’ artis-artis zaman now seperti Jaz, Fourtwnty, Pusakata, afgan, Isyana saraswati, dan lainnya.

baca juga: Bersiap untuk Java Jazz Festival 2018

Panitia Java Jazz Festival memahami betul bagaimana mengkonsep lokasi pertunjukan dengan menggabungkan antara stage dan juga food court.  Panggung yang terbuat dari Mini Bus menjadi ruang para artis untuk tampil. Stand-stand kuliner berada di samping kanan dan kiri stage membentuk sebuah lingkaran dan di tengah-tengah food court tersebut terdapat lesehan dengan hiasan lampu-lampu bohlam dan botol-botol kaca. Ada juga meja-meja makan dengan payung-payung taman.

Tak heran jika MLD Stage Bus tetap ramai meski bagi sebagian penonton hanya akan disinggahi saat merasa lapar. Namun  bagi  anak muda zaman now, tempat ini berhasil membuat mager alias malas bergerak.

Akses toilet pun dekat karena bersebelahan dengan BNI Hall. Bak sampah yang banyak serta petugas kebersihan yang selalu stand by menambah nyaman karena hampir tidak ada sampah yang berserakan di tanah.

Tak hanya panggung yang dikonsep asyik ala anak muda zaman now. Panitia Java Jazz 2018 juga menyediakan bak sampah dengan sistem pilah yang  dilapisi dengan infografis. Tempat sampah berbentuk segitiga dengan 3 lubang.

Pada sisi luar bak sampah berbentuk segi tiga ini terdapat informasi tentang pembedaan sampah dan tempat membuangnya berdasarkan jenis sampah, yaitu bekas bungkus makan yang basah, kering, serta putung rokok.

Ada 4 titik toilet dengan masing-masing 5 kamar kecil dengan seorang petugas kebersihan. Setiap ada penonton yang ke luar dari kamar mandi, petugas kebersihan dengan sigap mengeringkan kembali kamar kecil dan wastafle. Jadi, Penonton Java Jazz 2018 tidak sempat melihat kamar mandi basah karena percikan air.

Paling jempolan adalah petugas tiket yang menjadi ujung pelayanan Java Jazz Festival. Ada 16 pintu masuk dan tiap pintu ada 6 petugas tiket. Banyak bukan? Bukan membuat riuh tapi justru membuat penonton merasa mendapat pelayanan cepat dan nyaman sebab setiap petugas selalu tersenyum sebelum memulai pembicaraan baik saat meminta memperlihatkan tiket, cek isi tas, scan barcode, hingga menyobek tiket. #JavaJazzEmangOK.

*tulisan ini didukung penuh oleh Kementrian Pariwisata Indonesia.
Share

2 thoughts on “Membius Anak Muda Zaman Now ala Java Jazz Festival 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*