Aku ucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia Jogja International Air Show 2017. Kerja yang luar biasa dan capek luar biasa pula. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana capeknya para panitia selama 5 hari kerja. JIAS2017 seperti orang hajatan.

Jogja International Air Show (JIAS) 2017 merupakan lanjutan dari Jogja Air Show 2016. Tahun ini tidak hanya atlet lokal yang memeriahkan Bulan Dirgantara. JAS Go Internasyenel! Seperti yang dikatan oleh Marsma TNI Novyan Samyoga saat Jagongan Malioboro, “Perbedaan JAS tahun ini adalah ketambahan Internasional. Akan ada 10 Atlet yang terlibat dalam kegiatan Jogja International Air Show 2017,” ucapnya Sabtu (22/4) lalu.

Selain itu #JIAS2017 merupakan bentuk keadilan untuk Masyarakat Jogja beserta kejutan lainnya. Simak Fakta selama perhelatan #JIAS2017 yang memang berbeda di tahun ke-13 ini.

Dua puluh fakta tentang Jogja International Air Show 2017:

  1. Ada perubahan nama dari Jogja Air Show (JAS) menjadi Jogja International Air Show (JIAS).
  2. Ada 62 Atlet dari 10 negara sahabat; Malaysia, Filipina, Kanada, Rusia, Thailand, Norwegia, Prancis, Amerika, Belgia, dan Jerman.
  3. Rekor MURI: Seribu Chuck Glider diterbangkan sebagai penanda pembuka dan penutup JIAS2017, lebih banyak 250 dari jumlah chuck glider ditahun sebelumnya.
  4. Rekor MURI Big Formasi 30 Peterjun selama 7 detik, lebih banyak dari sebelumnya yang hanya 24 peterjun diangkut menggunakan Pesawat Hercules C 31.
  5. Rekor Muri Terbang Bersama terbanyak paramotor dan paralayang.
  6. Rekor MURI Bogie Jumping dengan DZ di Gumuk Pasir Kabupaten Bantul.
  7. Pembukaan dan Penutupan rangkaian JIAS2017 berada di Jogja bagian Selatan. Pembukaan berada di Landasan Udara TNI AU Gading, Playen, Gunung Kidul. Penutupan di Pantai Depok, Parangtritis, Bantul.
  8. Solo aerobatic dipersembahkan oleh Marsma (Purn) Eris Eriyanto, Mantan Pilot Pesawat Tempur dengan usia lebih dari 60 tahun. Pesawat yang digunakan jenis Pitts Special S2C yang didesain khusus untuk akrobat dan milik pribadi.
  9. JIAS2017 digelar di 5 kabupaten dan kota di DIY dan Jawa Tengah;
  10. Gunung Kidul (Landasan Udara, Gading); Rabu, 26 April 2017.
  11. Sleman (Lapangan Siwa, Prambanan); Kamis, 27 April 2017.
  12. Kulon Progo (Alun-alun Wates) dan Borobudur; Jum’at, 28 April 2017.
  13. Kota (Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta); Sabtu, 29 April 2017.
  14. Bantul (Landasan Pacu Pantai Depok dan Parangtritis); 30 April 2017.
  15. Lomba beberapa cabang olah raga dirgantara; spot Landing, Gantole, Aerotowing, terjun payung, dan lomba fotografi.
  16. Ada Tim Jupiter Acrobatic yang solid dan terlatih.
  17. Ada Helikopter Super Puma dari Bogor dan Colibri dari Palembang.
  18. Bazzar dan pagelaran seni.
  19. Pameran alutsista dan karnaval dirgantara,
  20. Panggung penutup di Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta dengan penampil Kotak dan Naff.

Jogja International Air Show 2017 berhasil mengawinkan antara olahraga dirgantara, wawasan nusantara khususnya dirgantara, dan pariwisata di Jogja. Namun dari sebuah keberhasilan ini kita semua patut menandai kekurangan yang ada untuk dijadikan evaluasi demi JIAS 2018 lebih istimewa.

Tapi sebelumnya aku boleh #syurhat dulu, yes!

Tuhan Maha Baik, terima kasih atas kesempatan pertama bisa menyaksikan JIAS2017. Setelah 12 tahun aku hanya bisa melihatnya via televisi. Terima kasih kepada Dinas Pariwisata DIY dan Masyarakat Digital Jogja yang telah memberikan kesempatan padaku untuk ikut terlibat dalam peliputan kegiatan. Perlu aku sampaikan juga, pada awalnya aku mewakili Duta Damai namun akhirnya juga mewakili diri sendiri sebagai bloger.

 

Jogja International Air Show 2017
Data Analisa Twitter

 

Hal ini karena pertimbangan impresi yang ingin aku timbulkan dari twitan di media sosial. Akun yang aku gunakan antara lain @pojok_damai (follower <100, impresinya di bawah 200) dan @elzha09. Dua hari pertama, aku menggunakan keduanya. Namun selanjutnya aku hanya fokus pada akun pribadi sebagai seorang bloger. Eman dab, eman tenan kalau gak ada yang liat twittnya! 

Arti data: konten #JIAS2017 telah menarik perhatian para netizen dibuktikan dengan jumlah impresi tiap twit yang bernilai ribuan. Bukti bahwa #JIAS2017 tak sekedar sukses menyita ribuan mata penonton tapi juga jutaan akun. Inilah contoh konten positif dan berkualitas yang patut diviralkan demi keutuhan NKRI.

Nah, sebagai blogger yang dikalungi id card press dari Dinas Pariwisata DIY aku merasa sangat terbantu untuk mengakses informasi selama di lapangan. Sejak pembukaan hingga penutup hanya Alun-alun Wates dan Borobudur yang tidak aku liput. Bukan karena jauh tapi karena ada undangan lain. Mungkin untuk area jauh bolehlah ya, aku diangkut via hercules atau gantole. Hihihihi.

Berikut catatan lapanganku selama meliput Jogja International Air Show:

  1. Saat di Pantai Depok ID Cardku dipertanyakan karena ada wartawan lain yang tidak membawa ID seperti milikku. Aku sedikit tidak enak juga, tapi sebenarnya wartawan yang dimaksud adalah wartawan senior. Aku terselamatkan karena di balik ID Card ada cap Dinas Pariwisata DIY. Slamet, slamet, slamet. Coba kalau aku jawab dari Masdjo, runyam lagi, dan bakal ada wawancara eksklusif. Hihihi.
  2. Petugas penjaga pesawat kurang tegas dan konsisten. Super Puma memang diusahakan steril tapi nyatanya masih ada saja yang menerobos masuk dan penjaga masih tebang pilih. Aku termasuk yang dikerasi oleh penjaga tapi beberapa pengunjung lain tidak. Ini yang menimbulkan kecemburuan dan akhirnya tidak kondusif. Pun dengan besi-besi pagar.
  3. Rembesan pengunjung juga terjadi di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Sistem tebang pilih ini membuatku kesulitan untuk mendokumentasikan terjun payung. Aku hanya modal henpong jadul cekrek-cekrek upload-upload butuh ruang yang leluasa untuk ambil gambar biar lumayan bagus.
  4. Pun saat panggung terbuka di Alun-alun. Aku kebagian belakang sendiri.
  5. Tidak ada koordinasi antara Masdjo dengan panitia. Mungkin karena mendadak jadi aku maklum.
  6. Jadwal yang berubah dan simpang siur. Akhirnya aku dan teman-teman meraba-raba jadwal. Khusus di Depok terbantu dengan twittan akun Jupiter, sehingga bisa mempersiapkan spot pengambilan foto. Lumayan.
  7. Kegiatan paling nyaman menurutku di Landasan Udara Gading dan Prambanan.
  8. Apresiasi pada penonton di Prambanan yang menjaga kebersihan lapangan. Dan sangat disayangkan sisa sampah acara berserakan di Alun-alun Utara Keraton, Landasan Pacu Depok, dan Landasan Udara Gading. Sisanya saya tidak tahu.
  9. Usul: Sebaiknya rundown untuk media disertai dengan deskripsi singkat seperti nama peterjun, pesawat, pilot, dan hal-hal yang ingin ditekankan kepada masyarakat.
  10. Tanya: Kapan kami diajak liputan lebih dekat tentang kedirgantaraan? Hihihi.

 

Sekali lagi selamat kepada Panitia Jogja International Air Show 2017, Dinas Pariwisata DIY, dan seluruh masyarakat Jogja. Kenangan Terserak tentang Jogja International Air Show 2017 mari kita kemasi dan tutup dengan, “Pelan-pelan Saja….” lafalkan seperti Mbak Tantri Kotak Yes!

Share

4 thoughts on “⁠⁠⁠⁠ Kenangan Terserak tentang Jogja International Air Show 2017

  1. Terima kasih mb elz, tulisannya mampu membuatkan membayangkan dan menikmati serangkaian acara JIAS yang belum sempat ku saksikan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*