Kuliner Jogja yang mudah terjangkau. Sebuah tempat nongkrong yang bisa menampung berbagai generasi. Mak Semarangan Resto Gallery Coffee hadir di Jl. Monjali no. 90 Sinduadi, Mlati, Sleman (depan toko komputer Aizza) bisa jadi alternatif dengan gaya beda. Konsep ruang yang terbagi menjadi dua antara lawan di lantai 2 dan kekinian di lantai 3 dan roof top.

Mak Semarangan menambah referensi kuliner jogja yang wajib dikunjungi. Hal yang menarik dari resto ini dimulai saat memasuki ruang lantai 2 saya merasa seperti hidup di jaman kolonial. Hiasan-hiasan kas terbuat dari seng tebal berbentuk hewan dan tulisan ditempelkan pada tiap tiang serambi lantai 2.

Sebuah kalimat berbahasa jawa menyambut dari atas pintu masuk terbingkai papan berwarna hijau. Begini bunyinya “Panganan kuno tetep entuk alem bono senajan akeh panganan monco negoro” di bawahnya tertulis dengan huruf lebih kecil sebagai arti kalimat tersebut, bahwa makanan jaman dulu tetap mendapat pujian walaupun banyak makanan dari luar negeri.

Sebagai alternatif kuliner jogja yang relatif baru, Mak Semarangan sudah ramai pengunjung. Kalimat itu terbukti dengan banyaknya pembeli yang ada di dalam. Saat saya tiba di sana sebenarnya sudah haus. Tapi banyak pelanggan yang sedang berdiri di depan pintu. Bukan apa-apa mereka sedang membayar makanannya. Satu kloter sekitar enam orang ke luar. Saya mau masuk lagi ternyata masih ada beberapa ibu-ibu muda di sana. Akhirnya saya memutuskan duduk di teras sambil menikmati lalu lalang kendaraan di bawah sana. Sambil sesekali foto-foto.

Nah, ibu-ibu sudah pada pulang giliran saya masuk. Hal pertama yang tertangkap oleh saya adalah dipan/tempat tidur orang cina. Lampu-lampu jawa (teplok) seperti di serambi ternyata lebih banyak dan menggantung di seluruh ruangan ini. Bukan lagi pakai api tapi sudah pakai bohlam dan saya sempat tertipu sampai-sampai menanyakan pada mbak karyawan yang mengantar menu pesanan saya. Meja kursi kayu kuno khas orang jawa dan satu spot rumah berbie warna warni bertulisakan Mak Semarangan ala-ala kolonial. Rumah-rumahan itu terbuka dan terdapat meja kursi untuk anak-anak beserta beberapa lembar gambar dan pensil warna.

kuliner jogja
Saya tidak makan nasi dan yang pas karena sedang hujan saya pilih Indomie

Sahabat kata, Mak Semarangan sebagai alternatif kuliner Jogja ini memiliki menu andalan olahan rumahan khas Pantura. Sahabat kata bisa menemukan menu seperti lontong opor, lontong tahu telur, sego ayam Semarangan, sego/lontong pecel Semarangan, sop empal, nasi asem-asem daging sapi, nasi bakmoi ayam, hingga babat gongso, dan nasi goreng babat. Karena menu beratnya memakai nasi semua saya memilih masakan mie.

Mie merupakan salah satu varian kuliner Jogja yang mudah ditemui. Tapi, Mie Soup Indomie Kuah Telor Mak Semarangan memang istimewa, enak, telurnya juga matangnya pas.

Menu makanan ini diolah sendiri oleh keluarga pemilik Mak Semarangan yaitu mertua dan istri pemilik usaha ini dan dibantu oleh beberapa karyawan. “Saya berasal dari Purwodadi dan istri saya dari semarang. Kami sekeluarga termasuk mertua saya suka masak. Saya sendiri suka ngopeni barang lawasan (kolektor barang antik). Nah, kami menggabungkan semua itu sebagai usaha baru ini,” tutur Edy selaku pemilik usaha saat ditanya tentang latar belakang mendirikan Mak Semarangan.

Sebagai penyesap kopi saya cukup bisa menemukan selera di sini. Saya bisa menemukan Kopi Aceh-Gayo, Bali-Kintamani, Toraja, East-Timor Maubesse, dan Papua-Wamena. Kali ini saya memesan East Timor Maubesse vietnam drip hot seharga 18K. Lumayan menemai saya mengerjakan deadline hari ini.

Oiya saya lupa, saya memilih duduk di pojokan tepat di bawah AC menghadap ke utara dengan kursi taman dari besi warna putih. Kiri saya rumah-rumahan barbie dan kanan saya satu set kursi kayu dengan sandaran warna biru dan tempat tidur orang cina. Tepat di hadapan saya ada almari kaca yang berisi piring keramik kuno, termasuk saya menemukan nama sendiri. hahahaha. Resto di jogja ini berhasil membuat saya serasa di rumah sendiri deh.

mak semarangan kuliner jogja
Saya tidak tahu ini apa kira-kira fungsinya untuk menyimpan terbuat dari seng

Selesai bekerja tentu saya jalan-jalan ke lantai 3. Saya penasaran dengan konsep Mak Semarangan. Banyak resto di Jogja tapi apa yang saya temukan di sini? Wow! konsep berubah drastis. Tidak melulu tentang kuliner Jogja. Saya serasa lahir kembali sesuai jamannya, Eh salah, justru lebih muda.

Mak Semarangan memang pandai dalam memikat pelanggan kuliner Jogja. Meski bersaing di dunia kuliner Jogja, menejemennya tidak lupa membuat nuansa kekiniana. Nuansa remaja dengan konsep mural, jendela ala-ala rumah modern, dan tentunya boneka teddy bear ada di sana.

Oktober 2016, Mak Semarangan resmi menambah urutan kuliner Jogja yang wajib dikunjungi. Galeri pernak-pernik masa kini seperti minion dan film kartu selitingnya ada di sana. Pernak pernik super hero. Ratusan hot wheels dan tempat rokok bersama rokok lawas. Meski mengangkat tema kekinian, barang lawasan tetap masih diselipkan sebagai penyeimbang. Lain hal dengan lantai 2 lantai 3 dan roof top banyak ditemukan tanaman hidup dan lukisan.

 

kuliner jogja yang mudah terjangkau
Mblo, gak perlu khawati ke sini sendiri karena akan ditemeni teddy bear ini.

Sahabat kata harus tahu bahwa Mak Semarangan termasuk kuliner Jogja dengan konsep Resto Gallery Coffee ini bersih ditangani oleh keluarga. Istri Pak Edy dan anak-anaknya suka sekali melukis. Jangan heran kalau kaca-kaca lampu di sana bergambar. Itu semua hasil karya istri, adik dan anak-anaknya. Ia juga akan turun tangan sendiri merawat koleksinya. Biasanya, Pak Edy bekerja di roof top untuk ngelap-ngelap atau sekedar memasang lampu sendiri. Baginya resto ini adalah teman masa tua dimana berbagi nikmat dengan orang lain melalui koleksinya ini.

Jangan khawatir tidak bisa langsung share kebahagiaan berhasil pepotoan di Mak Semarangan karena resto di Jogja ini ada wifi id dan banyak stop kontak yang bisa digunakan untuk memberikan energi pada gadget kalian. Selamat bersenang-senang dan melengkapi jejak kuliner Jogja. Dan share pengalaman Sahabat Kata melalui komentar di bawah ini ya.

Share

4 thoughts on “Kuliner Jogja Menu Pantura, Mak Semarangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*