Mandiri Jogja Marathon 2018- Penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon sukses dilaksanakan dengan mengajak 8000 pelari keliling kompleks Candi  Prambanan melalui 3 kategori, yaitu full marathon (42,195 km), half marathon (21 km), 10 km dan 5 km. Sebanyak 8000 pelari yang berasal dari dalam dan luar negeri memadati kompleks Candi Hindu terbesar di Dunia ini pada 15 April 2018.

Even tahunan ini merupakan hasil kerja sama antara Bank Mandiri bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemkab Sleman, Kepolisian Daerah Yogyakarta serta PT Taman wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon tahun ini, lebih mengangkat dan mempromosikan kekayaan budaya dan produk lokal sehingga dapat memacu pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

 

Pada penyelenggaraan tahun ini Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta dan Bank Mandiri, melibatkan lebih banyak lagi sekolah, sangar, komunitas seni dan kelompok-kelompok lainnya untuk berperan aktif pada Mandiri Jogja Marathon. Sehingga, kesenian dan tradisi lokal Yogyakarta dapat lebih dikenal secara luas, baik oleh pelari, keluarga pelari, maupun pendukung lainnya.

 

“Dari ajang ini, diharapkan kunjungan wisata ke wilayah Yogyakarta dan sekitarnya akan semakin meningkat, ungkap  Ir. Aris Riyanta, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Harapan itu bukan isapan jempol belaka, pasalnya para pelari yang mengikuti ajang ini sebagian besar berasal dari wilayah Jabodetabek dan kota-kota lain di Indonesia, serta beberapa Negara lain seperti Malaysia, Jepang, Kenya, Brunei Darussalam, Irlandia, India, China, Brazil, Singapura, Filipina dan Australia. Pelari harus melintasi lokasi-lokasi tujuan wisata seperti Candi Prambanan Roro Jonggrang, Candi Plaosan, Monumen Taruna, kawasan pertanian serta lingkungan pedesaan dengan berbagai kearifan lokalnya. Tak hanya lanskap alam budaya yang disajikan melalui rute-rute lari di Mandiri Jogja Marathon. Para peserta juga diajak menikmati hasil bumi lokal serta kuliner khas Keraton Yogyakarta demi mengangkat perekonomian lokal.

 

“Untuk memperkuat nilai tambah bagi perekonomian lokal, Bank Mandiri telah bekerjasama dengan berbagai hotel dan pelaku ekonomi lokal, termasuk penjual jajanan pasar dan kuliner keraton khas Yogyakarta serta penyediaan pisang lokal untuk konsumsi pelari,” jelas Vice President Corporate Communications Bank Mandiri Maristella Tri Haryanti.

 

Demi mencukupi kebutuhan asupan gizi pelari, Maristella mengaku telah membeli lebih dari 8.000 pisang dari berbagai penjual di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Demi kenyamanan peserta dan pengunjung Candi Prambanan, pihaknya menyediakan jajanan tradisional khas Jogja dan berbagai hidangan dari tenant-tenant  kuliner yang berkerja sama dengan panitia di race village Mandiri Jogja Marathon 2018.

 

Kesempatan ini digunakan juga oleh pihak Mandiri untuk memperkenalkan transaksi non tunai sebagai salah satu produk unggulan Bank Mandiri. Hal ini dimaksudkan juga untuk memperlancar transaksi serta memasyarakatkan cashless society yang telah dicanangkan pemerintah.

Berbagai keperluan pembayaran menjadi mudah jika menggunakan sebuah produk dari Mandiri, yaitu Mandiri e-money. Berbagai keperluan bisa diselesaikan pembayarannya dengan satu kartu ini, di antaranya tol, parkir, SPBU, kereta, Bus, belanja, tempat makan, dan taman hiburan. Soal top up semua mudah karena dapat melaljui ATM, Mandiri online, gardu tol, trans Jakarta, mini market, dan kantor cabang Bank Mandiri. Dengan menggunakan E-money ini semua bisa jadi mandiri bukan? dan gak perlu ribet pastinya.

 

 

Direktur Pemasaran TWC Sahala Parlindungan Siahaan mengemukakan bahwa, TWC mendukung penyelenggaraan event ini karena dapat mendorong pengembangan pariwisata di Indonesia, khususnya Yogyakarta, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Tanah Air.

 

“Kami mendukung acara ini karena dapat memantu penciptaan ekosistem yang positif bagi kepariwisataan di Indonesia,” ujar Sahala.

 

Pemenang Lari

Peserta dari Kenya mendominasi juara di Mandiri Jogja Marathon 2018. Dua pelari asal Kenya, Geoffrey Birgen dan Peninah Jepkoech Kigen Sain Alim berhasil menyelesaikan kategori full marathon, 42 kilometer terbuka putra dan putri. Catatan waktu masing-masing adalah 2 jam 21 menit 55 detik dan 2:53:35.

Pada posisi kedua putra juga diraih pelari Kenya, Josphat Kiptanui Cheboi Too, dengan waktu 2:24:30 dan peringkat ketiga putra direbut Elisha Kiprotich Sawe, juga dari Kenya dengan waktu 2:30:38.

Sedangkan pada kategori 42 kilometer terbuka putri, tampil sebagai yang tercepat kedua Margaret Wangui Njuguna dari Kenya dengan waktu 2:53:43 dan tercepat ketiga Bundotich Pamela Chepkoech dari Malaysia dengan 2:45:21.

 

Penyaluran CSR

Tak hanya meminjam lahan untuk acara olah raga, Bank Mandiri juga membantu menyalurkan dana lebih dari 1 miliar rupiah untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan sarana umum di wilayah Kabupaten Sleman melalui Pemkab Sleman. Secara simbolik, penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Vice President Corporate Communications Bank Mandiri Maristella Tri Haryanti kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Sapto Winarno di Yogyakarta, Senin (9/4) lalu.

“Kami ingin kehadiran Bank Mandiri dapat memberikan nilai tambah yang positif bagi masyarakat. Melalui bantuan ini, kami berharap aktifitas masyarakat di wilayah sleman dan sekitarnya dapat lebih lancar sehingga dapat perekonomian lokal dapat tumbuh ke arah yang lebih baik,” jelas Maristella.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*