Sore itu mentari hangat. Kau duduk sambil menyenderkan bahumu yang lelah. Sesekali kau pandangi cakrawala. Ada tumpukan rindu di sudut matamu.
“Mas. Besok kita buat yang pertama laki, ya,” bisikku lirih.
Kemudian garis bibirmu melengkung.
“Iya,” sambil kau rengkuh bahuku.
Sore ini, Mas. Kamu pasti juga bahagia kalau bisa membersamaiku duduk di bangku taman sambil melihat kerumunan anak-anak.

***

Senja kali ini, aku sengaja pergi ke #nanamiapizzeria tanpa pamit. Kupastikan, meski aku pamit kamu akan mengijinkanku pergi sendiri. Pizza dan pasta memang tak pernah masuk menu pilihanmu. Tapi wajah ceria anak-anak yang lagi belajar memasak ini cukup menggairahkan bukan?

Sepiring pizza mediterrania ukuran besar mendarat di meja kayu depanku. Dan aku tersadar. Setelah beberapa tempat nongkrong kita singgahi demi melahirkan berpucuk-pucuk kenangan atau sekedar membungkam cacing-cacing di perut kita. Rasanya belum ada yang bisa membuatku sebaper ini, Ar. Parahnya, aku baru menemukan tempat ini di Jogja. Padahal kiprahnya di dunia kuliner Jogja khususnya masakan Italia sudah 10 tahun.

Nanamia Pizzeria, restoran pizza yang mengusung konsep “Traditional Pizza for Modern People” ini konsisten menyajikan menu masakan Italia. Tata ruang yang memadukan konsep rumahan lengkap dengan fasilitas ramah anak seperti play ground dan kebun seluas lapangan futsal. Beberapa pohon mangga tegak di kebun. Jika hari mulai gelap, bohlam-bohlam warna kuning yang membentang siap menghangatkan. Usulku, jangan pernah datang sendirian ke Nanamia Pizzeria kecuali sahabat kata rela dibunuh oleh waktu. Sebab meja paling kecil di restoran ini dikonsep untuk berdua. Hahaha.

Untuk apa ngomongin tempat kalau menunya tidak enak. Jangan khawatir, masakan di sini menurutku sudah dicocokkan dengan lidah Jogja. Takaranku karena tak terlalu asin. Sesuai dengan tag line-nya “La Cucina Tradizionale Della Mama,” akan membawa sahabat kata untuk menjelajah masakan rumahan seorang ibu di Italia. Tentunya masakan tradisional itu tidak menggunakan MSG. Menyesuaikan pasar di Indonesia, Nanamia menyajikan menu dari bahan segar dan halal.

Oh, iya saat itu aku makan di Nanamia Pizzeria Jl. Tirtodipuran No. 1 Mantrijeron Yogyakarta.  Tempatnya mudah ditemukan karena di ujung jalan Tirtodipuran (jalur searah dari Jl. Parang Tritis ke arah barat). Warna dinding resto oranye-menunjukkan sebuah keceriaan dan keramaah.

Sahabat kata tak perlu khawatir jika membawa kendaraan roda empat ke Nanamia Pizzeria. Sebab ada bapak penjaga yang akan membantu kita memarkin kendaraan agar rapi dan aman. Khusus kendaraan roda dua, disediakan ruang parkir di lorong masuk dan gratis.

Sepuluh tahun Nanamia Pizzeria berkipah di Jogja, telah berhasil membuatku baper di saat pertama kenal. Catatanku mengatakan, resto ini tak pernah meninggalkan sisi keramahan dan kebermanfaatan untuk anak-anak. Salah satunya adalah kelas memasak bagi anak-anak.

Menurut Mas Tomy Syafrudin selaku marketing Nanamia Pizzeria, kelas memasak pizza ini awalnya karena inisiasi pengunjung kemudian berlanjut menjadi sebuah program reguler di sini. Syarat peserta adalah anak usia 5-10 tahun dengan jumlah peserta 8-20 anak dan harganya Rp 70.000++/anak.

Jadi, apakah kamu akan berubah pikiran? Sesekali kita menghabiskan sore di sini dan melihat keceriaan anak-anak pelanggan lain.

 

Dimana alamat Nanamia Pizzeria?

Jl Moses Gatotkaca B10 – B11 // Jl Tirtodipuran No. 1 Mantrijeron Yogyakarta
Buka:
Sabtu-Kamis jam 11.00-23.00
Jum’at jam 13.00-23.00
Harga mulai dari Rp 10.000-Rp 132.000
Delivery Service: Available
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*