Presenter Tv Jogja

Sebab naik kelas itu perlu! ~@mbokdhe_ijemz .
“Bu, di Jogja TV kan ada presenternya,” ucapku ketika diminta membawakan acara Serap Aspirasi di Jogja TV.
“Saya maunya Mbak Elzha,” Bu Ririn kekeh.

Aku sedikit tidak PeDe dengan tawaran ini meski sesungguhnya aku bahagia. Hampir setiap hari aku berlatih bicara di kamar mandi, perjalanan, dan bahkan mau tidur pun.

Salam Indonesia, selamat sore hadir kembali Dialog hari ini
bersama saya Elizhabet Elzha…..

kalimat itu aku ulang terus menerus sambil membayangkan moncong kamera di depanku. Adikku pun ikut andil dalam latihan sambil bilang, “suaramu tak perlu dibuat-buat, Kak!” sarannya.

Kalau boleh jujur nih, jadi presenter tv Jogja saat itu selain rasanya nano-nano aku juga belajar banyak hal. Mulai dari mempersiapkan materi, atur napas, menjaga senyum, dan perhatian. Mata harus cepat bergerak, pindah dari kamera, ke monitor timer, monitor master, dan narasumber serta penonton. Semua hal itu harus smooth tidak boleh tertangkap kamera.

Sesungguhnya aku sudah memiliki bekal saat jadi presenter khusus youtube milik perusahaan mjalah di Jogja. Mirip-mirip hanya saja saat itu acara tidak live jadi bisa diulang-ulang. Nah, dari pengalaman yang hanya sebentar itu aku terapkan saat membawakan acara di Jogja TV kemarin. Tapi grogi terus saja datang.

Ketika grogi menyerang aku mulai bicara pada diri sendiri.

Elzha, hari ini kamu adalah yang terpilih.
Artinya, kamu memang mampu.
Tak banyak orang yang beruntung sepertimu.
Bukankah ini cita-citamu? Naik kelas seperti idolamu?
Ada Najwa Shihab dan Tina Talissa. Bukankah kamu pernah bertemu dengan mereka?
Ingat, Tina Talissa sempat mengajakmu sepanggung waktu di Jakarta.
Ini kesempatanmu bahwa kamu memang pantas untuk menjadi presenter seperti mereka.
Ya, Allah. Kamulah pemilik hati dan kendali aku.
Tenangkan diri ini dan lancarkan segala ucap selama acara berlangsung.
Aamiin.

kemudian tarik napas dalam-dalam dan lepaskan perlahan…

Self Talk, itu adalah pesan dari sahabatku, Gun awal tahun lalu saat aku diminta menjadi pemateri MC untuk Pemula di UGM. Dalam ucapku itu sebenarnya tak hanya praktik self talk namun juga ada imitasi. Ketika aku menyebut Najwa Shihab dan Tina Tallisa sesungguhnya aku mengimitasi apa yang mereka lakukan selama ini di layar kaca. Presenter Tv kondang itu memang meginspirasiku. Bahasa tubuhnya selalu ku perhatikan. Mereka memukau sebab jujur dengan apa yang mereka lakukan. Terakhir adalah pasrah. Sekuat apapun kita berdoa dan berusaha Tuhan adalah penentunya. Selain itu jika telah pasrah semua akan terasa ringan ketika menerima hasilnya.

baca http://www.elzha09.com/cara-mudah-jadi-mc/

Jam 17.00 pun tiba. Bapak Produser yang tidak sempat berkenalan menanyakan kesiapan saya, “Mbak Elsa siap?”

sambil mengangguk, “siap.” Pada acara perdana ini aku ditemani Mas Widhiasto. Setahuku beliau narasumber yang pernah aku wawancarai saat acara Kebhinekaan di Jogja. Beliau sangat kooperatif dan membantuku. Kami saling melengkapi untuk bisa membuat suasana lebih cair.

Lima belas menit pertama berlalu mulus, aku berhasil membuka dan menutup sesi. lima belis menit kedua dimulai dan ini giliran Mas Hasto. Sesi per sesi ternyata berlalu cepat. Dan kami berhasil menjadi Presenter TV Jogja anyaran yang seimbang. Konten terkupas sesuai tor. Interaktif via telpon dan penonton dalam studio pun terjadi. Akhirnya aku bisa bilang; Semua hanya perlu dijalani. Tepuk tangan penonton membantu melegakan hatiku.

Pembelajaran yang tak bisa dirupiahkan selama menjadi presenter kemarin; Aku belajar berkoordinasi dengan banyak orang baik tim produksi, koordinator presenter, maketing, make up Artist, dan tentunya para narasumber dan penonton. Olah emosi dan ucapan sungguh penting. Satu lagi, aku harus pandai memilih baju yang feminin. hahahaha.

Aku mundur menuju 5 tahun lalu sambil senyum-senyum. Dulu, sekitar pukul 21.00 aku siaran di Jogja TV ini kali sebagai narasumber di acara Seputar Jogja. Saat itu aku memang berharap kembali ke sana dan sempat ingin melamar sebagai presenter tv. Aku tanya-tanya pada temanku bagaimana caranya melamar jadi presenter tv. NAmun aku belum pernah punya kesempatan sejak itu. Baik untuk datang kembali membawa surat lamaran atau casting. Aku hanya berkesempatan MC di sana sini dan makin sering itu saja seingatku. Dan…

Tuhan memang punya rencana, sebab naik kelas itu harus diusahakan. Berlatih, berlatih, berlatih, dan berjejaring.
Terima kasih semesta.

Share

8 thoughts on “Presenter Tv di Jogja; Pengalaman Perdana di Depan Kamera

    1. aku nyari juga gak ketemu je mak
      hihihi
      tampaknya ke depan aku perlu videografer untuk mengabadikan momen mc ku kali ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*