#HUTQwords12– Usia yang tak lagi muda membuatku salalu memutar isi kepala. Bagaimana tidak, pencapaian dan nilai sukses di masyarakat terhadap seorang yang dewasa adalah pekerjaan yang mapan. Sehingga, jenis pekerjaan, keuangan, dan taraf kesejahteraan terukur oleh mata telanjang. Pun orang tuaku. Mereka menginginkan aku duduk di sebuah ruang kelas dan menyampaikan pembelajaran.

Bagaimana pun juga jiwaku bukan tipe yang mencintai sebuah rutinitas dan terjerat peraturan. Lebih mencintai tantangan dan bergulat dengan alam. Setahun pertama setelah meraih gelar sarjana, aku bekerja di sebuah lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada advokasi difabel di Jogja. Satu tahun berikutnya aku memutuskan tersesat di jalan yang benar.

Masih sangat segar diingatanku. Siang itu di ruang kerja yang kecil aku berkirim surat elektronik kepada seorang sahabat yang sudah aku anggap sebagai kakak dan bahkan orang tuaku. Kepadanya aku berkata ingin mengundurkan diri dari pekerjaan. Aku akan bekerja bersama netbookku di mana pun aku suka. Alasanku cukup realistis, upah bulananku tidak cukup memenuhi kebutuhanku.

Selang sehari kemudian ia membalas. Setelah ini kamu mau ke mana? Kan sudah saatnya kamu menata hidup. Nanti kita bicarakan, ya. Bertahanlah dulu. Tiba-tiba, pipiku basah di siang yang cukup terik, betapa ia mengkhawatirkan masa depanku.

Aku ingin menulis novel sama ngeblog, Mas. Sepertinya aku lebih cocok, aku juga bisa MC. Rasanya hidupku akan lebih ringan dan bisa banyak istirahat. Kemudian aku menekan tombol kirim. Tak puas, ia pun mengajakku bertemu. Dan akhirnya aku benar-benar tersesat di jalan yang benar.

Sejak bekerja di LSM, aku berinisiatif belajar pada beberapa teman tentang dunia blogging. Seperti bloger pemula pada umumnya, aku membuat domain gratisan. Belajar tentang cara kerja sebuah platform blog dan tentunya rutin menulis minimal seminggu sekali. Menulis apa pun, akhirnya blogku tak punya nice yang jelas alias gado-gado.

Berkat saran dari beberapa teman akhirnya aku mulai untuk menentukan fokus isu tulisan dan membuat blogku menjadi TLD alias Top Level Domain alias domain berbayar jadilah aku membeli elzha.com ini. Tepat di tanggal 21 Juli 2015 aku membeli domain dan sewa hosting untuk web kesayanganku ini di Qwords melalui salah satu teman ku yang bekerja di sana, sebut saja Deden.

Oh, ya. Qwords ini tidak hanya di Jogja lho ya, namun juga ada di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Jangan kaget kalau Qwords kini sudah  berusia 12 tahun, 24 Agustus 2017 lalu. Prestasinya pun tak tanggung-tanggung dalam memujudkan kebutuhan website, hosting, dan solusi data center untuk seluruh pelanggan dari dalam dan luar negeri.  Berbagai layanan unggulannya antara lain cloud hosting, ekstensi domain Indonesia dan Internasional, cloud virtual private server, serta dedicated server.

Sebagai blogger nubie alias anyaran, aku tidak paham sama sekali tata cara membeli domain dan seterusnya pada saat itu. Sudah begitu aku malas membaca, akhirnya memasrahkan semuanya kepada Kang Deden. Seingatku aku hanya pesan nama domain, titip foto KTP, dan minta harga hosting paling rendah kemudian transfer. Bagaimana, Sahabat kata tertarik untuk ikutan mempercayakan kebutuhan web kalian kepada Qwords Cloud Web Hosting, klik di sini.

Hahaha, kalau inget betapa merepotkannya punya cutomer macam aku ini. Tapi Kang Deden cukup sabar dan memberikan beberapa pengarahan. Prosesnya cepat tinggal klak klik klak klik kemudian aku menerima email tetang apa pun mengenai blogku. Email itu wajib aku simpan.

Aku juga pernah panik sebab blogku pernah di hack hampir dua minggu sekali. Pernah tak bisa diakses saat aku mengikuti lomba, dan pernah juga beberapa artikelku tentang isu-isu sensitif di hack oleh oknum yang iseng. Akhirnya aku WA Kang Ade tengah malam untuk minta bantuan membenahi blogku. Ia pun menyarankan untuk membuka tiket di potal Qwords. Sejak pengalaman-pengalaman itulah aku sekarang lihai menghadapi gejolak web. Terimakasih Kang Denden, Kang Ade, dan tim Qwords yang udah dengan sabar melayani customer macam aku ini.


Sahabat Kata juga perlu tahu sebagai penyedia jasa webhosting dan penyedia jasa cloud Indonesia, Qwords cloud web hosting telah menjadi salah satu pendiri Asosiasi Cloud Hosting Indonesia (ACHI) pada Februari 2017. Resmi terakreditasi menjadi registrar domain .ID dari Pengelola Domain Internet Indonesia (PANDI) pada September 2016. Sepanjang tahun 2017 telah berhasil meluncurkan layanan baru seperti Email Cloud and Collaboration Suite (ECCS), Cloud VPS-K yang memberikan keleluasan dalam mengelola Cloud, Dedicated Server, dan Microsoft Office 365.

Qwords.com dalam usianya yang sudah 12 tahun ini telah melayani dan membersamai tumbuh kembang mitranya yang telah mencapai 55.000 pelanggan di seluruh Indonesia. Gimana Sahabat Kata, kamu mau jadi yang ke 55.001? Cus, Yak kepoin website-nya. Kepada Qwords, sukses selalu ya… terimakasi juga telah membantu membersamai tumbuh kembang karier dan komunitas ku bersama teman-teman baik secara online mau pun offline.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*