Smartfren 4G – Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tahun 2016 menyatakan bahwa 51,8% dari penduduk Indonesia atau sekitar 256,2 juta orang merupakan pengguna internet. Pulau Jawa, menyumbang 65% populasi pengguna internet terbesar di Indonesia, yakni sebanyak 86,3 juta orang dengan rata-rata usia 14-40 tahun. 

smartfren 4g
Sumber: goukm.id

Usia tersebut berperan sebagai user aktif mau pun pasif. Namun kita juga tak boleh menutup mata bahwa internet memang selalu menawarkan dua hal, kebaikan dan keburukan. Kita harus sadar dan peduli bahwa kecanggihan teknologi ini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikalisme dan terorisme. Mereka tak lagi malu-malu atau pun ragu untuk merekrut jamaahnya secara terang-terangan.

Sasaran mereka adalah merekrut sebanyak-banyaknya pemuda pengguna internet. Mengapa? Anak muda secara psikis mengalami krisis jatidiri, labil, dan masih lemah tentang konsep agama. Kondisi ini menjadikan anak muda sebagai sasaran empuk mereka. 

Jalan mulus bernama “internet” digunakan para teroris untuk menyajikan konsep jihad yang salah kaparah kepada anak muda. Mereka mempermudah perekrutan melalui media sosial. Para teroris dengan leluasa secara masif menyebarkan konten-konten radikalisme dan propaganda.

Para anak muda sebenarnya merupakan korban dari perekrutan dan indoktrinasi konsep jihad yang kebablasan atau salah kaprah. Anak muda yang sedang mencari jadi tiri, terpikat oleh janji-janji surga untuk orang-orang yang berjihad, tetapi oleh mentornya tidak dijelaskan makna jihad sebenarnya. Mereka tidak mengerti sasaran, syarat, dan cara berjihad sesungguhnya. Akhirnya diri mereka sendiri dan orang lain yang tak berdosa menjadi korban. (BNPT: 2015)

Internet hampir tak terbatas dan tanpa kontrol untuk seluruh konten yang berada di dalamnya. Keberhasilan penyebaran konten radikal dan propaganda ini tidak memerlukan aksi yang melelahkan. Cukup dengan satu kali “KLIK” fasilitas like dan share pada media sosial. Bayangkan hanya dari satu jari tangan pengguna internet.

 

Ada masalah, lalu bagaimana solusinya?

 

Saya menjadi bagian dari user aktif dalam kelompok usia 25-40 th.   Sebagai bloger, penulis buku, dan duta damai dunia maya BNPT 2016 Regional Yogyakarta hampir setiap hari saya bergantung dengan layanan internet untuk mencari referensi bahan tulisan.

Deadline singkat dan banyaknya literatur yang saya perlukan,  mau tidak mau harus diimbangi dengan kecepatan internet 4G terbaik. Harapannya pekerjaan lancar, tulisan berkualitas, dan bersenang-senang kemudian. Iya… maksudnya duit juga lancar. Hihihi.

Saat ini, saya lebih banyak beraktivitas di Yogyakarta. Tapi ya, gitu kaya lalat, kadang-kadang ke luar kota, sepanjang hari di dalam gedung bertingkat, dan kadang juga berlama-lama di desa untuk sebuah data.

Nah, ngomong-ngomong tentang jaringan internet, nih saya tetap perlu 4G terbaik. Dan saya, percayakan jaringan internet cepat dan terbaik kepada Smartfren 4G 100%. Gawainya, saya pilih Andromax A dan Andromax M2Y.

Andromax A, smartphone berbasis android ini sangat membantu saya untuk berselancar di dunia maya. Alasan saya memilihnya karena harga yang ekonomis namun memberikan layanan yang maksimal sesuai kebutuhan saya, yaitu kecepatan internet 4G.

Tak hanya itu, Smartfren 4G dalam bentuk kemasan modem (kemasan, hahaha) saya pilih Andromax M2Y. Alasan pertama pasti karena ekonomis. Si mungil ini juga mampu membagi signal 4G-nya untuk 32 piranti secara bersamaan. kebayangkan, kalau lagi meet up dengan follower, bisa berbagi koneksi. Hehehe.

Tugas saya sebagai duta damai dunia maya adalah melahirkan konten-konten deradikalisasi dan kontra propaganda terorisme melalui akun media sosial pun web. Selain itu saya harus bisa memberikan informasi yang benar. Tak cukup memberikan informasi, saya juga harus bisa mengajak anak muda dan para follower untuk cerdas di dunia maya sebagai pengguna media sosial.

Sebab berbagi informasi tidak mengenal ruang dan waktu. Berkat Smartfren 4G; Andromax A dan Andromax M2Y informasi selalu dalam genggaman saya.  

Seperti kata Jokowi, “kita harus melakukan revolusi mental.” Edukasi mengajak netizen cerdas di dunia maya tak cukup dilakukan secara online namun juga offline. Bersama dengan duta damai dunia maya BNPT Regional Yogyakarta dan Masyarakat Digital Jogja (Masdjo) sepakat bahwa yang perlu diedukasi adalah perilaku dan mental netizen dalam bermedia sosial.

Kami menyadari bahwa satu-satunya melawan isu kontra propaganda radikalisme dan terorisme serta konten negatif lainnya hanya dengan satu cara; produksi konten positif sebanyak-banyaknya.

Smartfren 4g
Saya dan Duta Damai Dunia Maya BNPT Regional Yogyakarta bersama Kikan

Saya jadi ingat, Kamis (18/5) lalu saya bertemu dengan Kikan, Ambassador Duta Damai Dunia Maya BNPT. Ia bercerita bahwa kalau di Jakarta, media sosial sudah terlalu riuh dengan konten-konten kebencian apalagi saat menjelang pilkada kemarin. Dia bertanya pada saya bagaimana yang terjadi di Yogyakarta.

Saya dengan bangga menjawab; Masyarakat Jogja telah sadar dan cerdas dalam bermedia sosial. Ada sekelompok orang yang menamakan diri sebagai Masyarakat Digital Jogja, Duta Damai Dunia Maya Yogyakarta termasuk jaringan mereka. Nah, kami sepakat saat isu nasional mulai memanas dengan konten negatif kami justru bersenang-senang dengan hastag-hastag yang menyenangkan seperti #cumadijogja, #jogjaistimewa, dan lain sebagainya. Tujuannya hanya ingin mengalihkan fokus netizen untuk tidak larut dengan aktivitas yang menguras emosi dan cenderung memecah belah persatuan nusantara.

 

Sumber:
BNPT. 2015. Anak Muda Cerdas Mencegah Terorisme. BNPT

Damai dari Tangan Anak Muda

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*