Bingung Pilih Pakaian, Yobatik Aja!

Yobatik-Jika ditanya apakah pakaian termewahmu? “Yobatik!” jawab saya (Ya, batik) tapi juga kebaya. Sebab keduanya adalah asli warisan leluhur. Sebagai generasi muda menggunakan kain batik tidak lantas menuakan usia.

Meski strata sosial menjadi beda untuk motif tertentu. Jauh lebih luas, justru dengan corak batik semua kalangan punya kewajiban sama; menjaga kelestariannya.

Perempuan setelah Kartini adalah Saya, kamu, dan kalian. Harus pandai dan bisa membuat perubahan. Sebagai seorang penulis melalui barisan kata saya berujar, usul, dan berbagi informasi. Berkat menulis banyak pengalaman saya raih; karier maupun sosial. Salah satunya dipertemukan dengan perempuan di samping saya ini.

Foto milik perempuan hebat @mbokdhe_ijemz (kanan saya) dan perempuan hebat serta masih single @pacarkecilku. Dari mereka saya tahu; Jadi perempuan itu harus terus belajar agar tidak tertinggal. Salah satunya tentang tren pakaian. 

Ajining raga saka busana-Kebaikan fisik seseorang tergantung pada apa yang ia kenakan (falsafah jawa)

Tentu memilih pakaian tidak boleh sembarangan. Harus tahu kapan kaosan dan kapan berdandan resmi serta rapi. Apalagi saya juga sering menjadi pemandu acara baik resmi mau pun santai.

Saya punya ciri khas sendiri saat membawakan acara selain suara juga pakaian yang saya kenakan. Nilai utama adalah kain-kain nusantara. Contohnya: batik, lurik, jarik, atau kebaya. Karena tubuh saya agak nangung maka sangat sulit menemukan pakaian dengan ukuran pas. Strateginya adalah beli kain lembaran lalu bawa kepenjahit.

Kebetulan kemarin ada kiriman dari yobatik untuk dikenakan saat acara #harikartini bersama Pak Lurah di kampung saya. Kebaya ini pas banget di badan saya yang berukuran ‘L’ berwarna putih dengan line batik hitam yang sangat pas dan identik resmi.

Seketika saya pun jatuh cinta  dan ingin punya poto eksklusif bersama kebaya baru ini. Nah, karena hari ini saya agak selo dari beberapa tanggungan pekerjaan dan si lelaki gondrong @agustinusambar (pemilik foto ini) pun. 


yobatik
Kebaya termasuk daftar pakaian mewah bagi saya maka lokasi Masjid Kota Gede, Yogyakarta jadi pilihan untuk pepotoan kali ini. Sebab keduanya adalah warisan leluhur yang patut kita lestarikan dan berziarah tiada juga salah.

Tiba-tiba sepasang Bapak-Ibu paruh baya melintas. Khususnya sang ibu selain tersenyum pada kami juga berkata, “mau cetak undangan ya, Mbak?”

Sepintas saya teringat kata-kata om @senggolcom; “kalau baju itu kamu pakai saat lamaran,” ketika saya tunjukkan kebaya ini padanya beberapa waktu lalu.

Maka kami berdua saling pandang dan tertawa sambil bilang, “mboten.” Itu artinya #yobatik memang punya gaya dan selera bukan? Penasaran sama koleksinya sila kunjungi galeri Yobatik di Jl. Minggiran 21 Yogyakarta. Buka jam 09.00-17.00 WIB. 


Yobatik tak sekedar sedia batik tapi juga jumputan, lurik, dan kaos² khas Jogja cocok untuk oleh-oleh, bingkisan kawinan, pakaian untuk tunangan, sampai kondangan. Tidak hanya untuk dewasa ukuran bayi pun ada.

Ohya, sebentar lagi hari kartini, sudahkah sahabat kata punya kebaya? Yobatik tidak hanya menyediakan barang jadi, namun juga melayani custom alias sesuai keinginan Sahabat kata. Konsekuensi waktu tentu lebih lama sekitar 3 minggu tapi pasti puas.

Yuk, Cus ke Garasi Yobatik dan jangan lupa follow ig dan twitternya @yobatik biar bisa intip-intip koleksinya lebih dulu.

Share