Catatan Perempuan #1 : I’m not a feminist but female

Ini kegelisahanku yang terlahir sebagai perempuan 27 tahun lalu. Aku merasa terlambat memahami jati diriku sendiri. Bayangkan saja, setelah duduk di bangku SMA aku baru mengenakan pakaian-pakaian perempuan seperti dress, rok pendek, kaos yang menonjolkan lekuk tubuh.

Lantas kalau sekolah? Ya, aku tetap saja memakai seragam perempuan hanya saja sepatu, ransel, dan aksen lelaki yang ku kenakan. Semua terjadi karena ayahku menginginkan anak lelaki. Mungkin ia sedikit kecewa anak pertamanya lahir perempuan. Lantas ayahku memperlakukanku seperti anak lelaki. Betul, aku tumbuh sebagai gadis tomboi. Read More

Share