Regenerasi Gerakan Radikal dan Terorisme

Hem, kali ini aku akan membahas satu buku yang serius sekali. Judulnya, Regenerasi Gerakan Radikal dan Terorisme dalam Masyarakat yang Semakin Terbuka. Buku ini aku temukan bertumpuk di kamar kost sahabatku. Aku tertarik dengan judul dan gambarnya. Buku-buku itu masih tersegel. Nampaknya dagangan. Awalnya aku kira hasil risetnya, “Ris, ini bukumu?” tanyaku sembari mengambil satu eksemplar dan mulai membaca sampul belakang.

“Bukan, punya pakdheku itu dijual,” katanya sambil berlalu untuk mengambil air wudlu. Saat itu hampir Isya dan dia belum menunaikan sholat maghrib. Aduh, gak bisa endorse nih, batinku. Aku mencermati pengarangnya, nampak gak asing. Prof Dr. Abdul Munir Mulkhan, S. U. Sepertinya, dosen UIN Sunan Kalijaga yang kemarin mengisi di acara BNPT bersama Muhammadiyah di akhir Juli.

“Ris, Pakdhemu yang Prof Munir kan? Dosen UIN?” tanyaku memastikan.

“Iya, mantan ketua senat,” jawabnya.

“Heh, kemarin ngisi di acara BNPT di UMY,” jawabku sambil terus memandangi bukunya.

“Hakok sampean ra ngomong nek kancaku,” cerocosnya.

“Aku gak sempat ha-ha-hi-hi, soalnya liputan, Aku beli satu ya.”

“Loh, untuk apa sampeyan?” Dia kebingungan.

“Sekarang aku jadi antek thoghut. Hahahah. Aku kerja sama BNPT sekarang, seminggu sekali menulis konten kontrapropaganda dan deradikalisasi. Buku ini sangkat membantuku. Kali aja bisa gratis, Ris.”

“Sampean lho, reseller aja,”

“Ide bagus!”

Soal buku ini, sahabat kata. Tebalnya 320 halaman dengan dimensi 14×21 cm. Penulisnya Prof. Dr. Bilveer Singh dan Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, S.U. Cetakan perdana pada Juni, 2015 dan belum dicetak lagi. Editornya Prof Abdul Munir sendiri. Layout dan desain sampul, Habib Rahmawan dan diterbitkan oleh Metro-Epistema Yogyakarta.

Buku ini terdiri sembilan Bab. Membahas secara detil pergerakan kelompok radikal dan teror di Indonesia yang tumbuh secara subur dan lestari hingga kini di generasi muda muslim. Sasarannya pun generasi muda muslim yang duduk dibangku sekolah, mahasiswa, pun dosen muda. Penulisnya menawarkan analisa faktor eksternal (alienasi, diperlakukan tidak adil, kesenjangan sosial) memicu berfungsinya faktor internal ajaran yang baku.

Pemikiran Prof Munir terhadap gerakan di Indonesia ternyata di imbangi oleh Studi Prof Bilveer terhadap aksi radikali dan teror dalam kasus Rohingya, baik disponsori negara atau non-negara. Salah satu tawaran dalam buku ini adalah dibukanya ruang re-intrepetasi penafsiran kitab suci sebagai variabel dominan. Ketika tidak tersedia ruang itu maka aksi radikal dan teror menjadi terbuka dipicu oleh kesenjangan sosial, penindasan, diperlakukan tidak adil.

regenerasiBagi sahabat kata, yang penasaran kenapa gerakan-gerakan radikal dan teror masih eksis di dunia ini seperti Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) atau ISIS (Islamic State of Iraq & Al-Sham), dan berbagai aksi teror lain yang mengatasnamakan Tuhan bisa ditemukan dalam buku ini.

Pengen punya? Beli! cuma 45K aja bisa lewat aku. Tapi belum ongkir, ya. COD khusus Jogja.

 

 

Share