Tahun Baru 2017

“Selamat Tahun Baru 2017!” ucapku pada dua gadis yang duduk di sebalahku. Kepada mereka aku berikan terompet geratisan dari makan malamku. Wajah ceria mereka seperti kembang api malam ini. Tampak warna wani dan menyala. Padahal aku tidak keluar sama sekali apalagi memandang langit. Aku tetap saja di meja makanku dan tidak merubah sedikit pun posisi duduk.

Rumah makan cepat saji ini riuh, di luar petasan saling sambar pun kembang api. Tiba-tiba di dalam sepi hanya beberapa pengunjung yang tinggal di dalam bersama ku. Mungkin sebagian dari mereka membicarakanku. Udah sendiri depan netbook, datar lagi. Pasti Jomblo! kira-kira begitu mungkin. Hahahaha. Emang Iya!

Tahun baru 2017 memang sudah kurencanakan untuk tidak mengikuti kebiasaan banyak orang. Malam pergantian tahun ini aku gunakan untuk menata rencanaku setahun ke depan. 17 hari mendatang, aku sudah genap 28. Melancong ke sana ke mari belum cukup bagi pribadi. Tapi memikirkan diri sendiri tidak mungkin diingkari.

Katanya setiap akhir tahun, sebaiknya ada resolusi. Agar hidup terus lebih baik. Nah, kalau aku mau evaluasi tahun 2016 sebelum menyatakan resolusi tahun baru 2017. Aku berhasil hidup dengan skenario. Tembus menjadi penulis di sebuah penerbitan, majalah, dan berhasil membangun web development bersama seorang kawan. Aku juga memiliki tim menulis untuk beberapa proyek. Aku bersama adek dan sahabat mendapat pengalaman baru menyelenggarakan job sweet sweet seventeen party, MC di jaringan komunitas yang baru, dan Menjadi Bloger sesuai mimpiku saat memutuskan untuk tidak melanjutkan bekerja di suatu instansi tahun 2015 silam. Berhasil diterima sebagai seorang pendamping di desaku sekarang adalah pencapaian teratasku. Kira-kira itu pencapaianku setelah setahun menjadi freelancer dengan membranding diri sebagai #pekerjatekskomersial dan #trevellerkembangtebu.

Setahun kemarin memang membuatku sedikit gagap menghadapi pekerjaan tanpa jadwal tentu. Aku sudah terlalu ceroboh mengambil beberapa pekerjaan menulis. Hingga sempat 2 kali deadline keteteran,  kesehatan turun drastis beberapa waktu, dan sempat mengalami depresi akibat notifikasi hp. Pengalaman ini tentu tidak perlu dibawa serta masuk ke Tahun Baru 2017! Stop, masalalu dilarang masuk!

Biar seperti yang lain ini #resolusi2017 ku:
1. Kurangi bicara, banyak mendengar, dan membaca
2. Berkarya di desa
3. Menulis buku lebih dari 4
4. Memaksimalkan konten blog yang sudah ada
5.Dapet klien web yang friendly
6.Ketemu teman seumur hidup
7.Berkunjung ke luar jawa untuk misi perdamaian
8. Kita tetap berkawan dan saling menguatkan

Aku tidak ingin muluk-muluk dalam merencanakan hidup cukup punya cita-cita, bisa eksekusi dengan hasil maksimal. Kalau tahun barumu bagamaina sahabat kata?

Share

2 thoughts on “Tahun Baru 2017: STOP! Masa lalu dilarang Masuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*