Sahabat Kata,

Aku adalah perempuan Pemuja kata, yang mencoba menanggalkan sandang kelahiran, menyusuri sepi untuk berdamai pada alam raya. Bekarja pada apa yang diyakini, menyapa yang dilupakan, dan mengenal yang dibenci kebanyakan. Sederhana tapi tidak pernah menyederhanakan, menggali untuk diselesaikan. berucap untuk dipertanggungjawabkan. Bermimpi untuk diwujudkan. Meraba kata menyapa dunia. Jika pergi hanya untuk kemanusiaan.

Tahun 1989, pada hari ke 18 di bulan Januari aku diijinkan menghirup oksigen sendiri. Sejak itu aku tumbuh sebagai seorang anak seperti kebanyakan. Umur setahun lebih aku belum dapat bicara, hingga aku diduga bisu. Tapi setelah pada saatnya aku bicara, dan menjadi sangat cerewet begitu menurut mamaku.

Sekarang banyak orang mengenalku dengan nama Elizhabet Elzha, itu adalah nama penaku yang diberikan oleh seorang guru penelitianku, Ishak Namanya. Elisabet begitu ejaan yang benar adalah nama belakangku, Namun sering kali teman-temanku mengganti ejaannya dan aku memilih dengan “Elizhabet.” Sedangkan Elsa adalah kependekan dari itu, sebenarnya sih ejaannya Elzha, tapi biasa orang memanggilku “Sa” atau “Zha.”  Tidak hanya sebutan itu yang ku sandang. Masih banyak serentetan sebutan untuk memanggilku. Di rumah, aku dipanggil “Jitheng” artinya hitam, karena kulitku memang hitam. Di Komunitas Gunung Kidul aku di panggil “Echa.” Anak temanku memanggilku “Sasa.” Ah, semoga dengan panggilan bermacam-macam itu artinya memang mereka menyayangiku.

Sebelumnya aku menggunakan nama penaku Mawar Berduri. Nama itu memiliki arti seorang perempuan yang pandai membawa dan menjaga diri. Tapi tak berlangsung lama. Ya, karena mawar adalah bunga favoritku. hanya itu.

Aku telah menyelesaikan pendidikan sarjanaku di Jurusan pendidikan Luar Biasa UNY pada April 2014. Setelah lulus aku bekerja penuh waktu di lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dibidang advokasi difabel, Sigab, namanya. Selain itu aku bergabung di Rumah Budaya Joglo Abang Oktober sejak 2013. Kegiatan lainnya adalah ngobrol sana sini bersama komunitas Laskar Inklusi.

Hidupku bernapas dengan menulis, meski hanya sekedar menulis status di dinding fesbuk, BBM, Twitter, instagram, atau pun di web pribadiku. Asupan giziku adalah segala hal yang dapat mengantarkanku pada pertumbuhan dan perkembangan secara total. Menjelajah alam adalah sebuah kerinduan tiap saat. Sesekali aku bermain bilyar bersama teman-teman, bermain sepatu roda, atau sekedar berenang. Membaca apa saja yang bisa ku baca.

Aku lebih senang menyebut diriku toko, sebab apa yang bisa ku jual pasti kujual, termasuk suaraku. Di SIGAB aku masuk dalam tim media, Kru Radio Streaming Sigab, dan Admin media Sosial SIGAB. Sesekali aku mengambil kesempatan membawakan acara meski tak dibayar, bagiku adalah sebuah kepuasan. Tiba-tiba aku bisa berubah menjadi tukang rias atau penata jilbab.

Tak akan kelar memang jika semua di tuliskan. Maka aku membuat elzha09 ini sebagai bagian dari hidupku yang bisa mendeskripsikanku. Semoga kalian menemukan kebutuhan dari apa yang ada di akun itu.

Saat ini aku mengabdikan diri di depan netbookku. hubungi aku elzha09@gmail.com, twitter @elzha09, IG: elizhabet_elzha, dan fb: elizhabet Elzha.

Share