tebing breksi

Tebing Breksi kini gaungnya ke seluruh penjuru negeri. Siapa sangka kawasan tambang dan sawah tadah hujan ini dulunya menyimpan banyak informasi tentang gejolak bumi. Bahkan, keberadaannya mengundang para peneliti dunia untuk bisa mempertahankan keberadaannya.

Ya, Tebing Breksi memang hasil kejahatan manusia tapi jauh sebelum itu dia dipersiapkan untuk manusia masa kini. Selamat Membaca remahan liputan tahun lalu ini.

“Tahun 1980an Tebing Breksi mulai ditambang oleh masyarakat. Statusnya sebagai lahan kas desa, jadi ya pinjam ke desa, karena termasuk lahan lungguh. Penambangan ini legal karena saat itu perijinan pemdes belum diperlukan,” Ungkap Mujimin selaku Sekertaris Desa Sambirejo, Kalasan, Sleman.

Masa Lalu

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian pada tahun pada 1990-2000 banyak penelitian yang dilakukan di Tebing Breksi. Berdasarkan penelitian, Tebing breksi merupakan salah satu bukti sejarah pembentukan Pulau Jawa dan terjadi akibat endapan erupsi Gunungapi Semilir/Gunungapi Purba sebelum Gunungapi Purba Nglanggeran.

Kira-kira masa awal pembentukan Pulau Jawa >60 juta tahun yang lalu terjadi suatu benturan tektonik pinggiran Benua Asia (Paparan Sunda) dengan Mikrokontinen (lempengan Benua Kecil) Jawa Timur. Kejadian itu membentuk jalur singkapan yang ditandai dengan stratigafi batuan metamorf yaitu bergabungnya microcontinent Jawa bagian timur dengan paparan sunda. Bukti jalur itu berupa kompleks batuan metamorf Bayat: filit, sekis, marmer, kuarsit.

Masa Eosen atau dikenal dengan sebelum kejayaan gunung api purba, 36-60 juta tahun lalu terjadilah proses pengendapan akibat peregangan lempeng-lempeng berupa sungai, laut dangkal, dan danau. Cirinya adalah temuan batu gamping, batubara, dan batu konglongmerat. Situs yang ada berupa Formasi Wungkal gamping. Saat itu Jogja sebagai paparan laut dangkal (batu pasir kuarsa, batu gamping nummulites).

Masa kejayaan Gunungapi Purba yaitu masa oligosen-miosen 16-36 juta tahun lalu. Akibat gerakan lempeng bumi terjadilah penyatuan antara lempengan paparan Sunda dan lempeng Kecil (mikrokontinen) Jawa Timur yang ditabrak dari selatan oleh lempengan Indo-Australia beringsut ke utara dan menunjam di zona palung selatan jawa yang berarah ke barat dan timur. Kejadian ini mengakibatkan banyak gunung api bermunculan di Jawa. Bukti sejarahnya adalah Formasi Sambipitu, Nglanggeran, Semilir, dan Kebon butak.

Pada Masa kejayaan Gunungapi Purba Semilir ini terjadi 3 rangkaian erupsi. Pertama, Pra erupsi super Gunungapi Semilir: lava bantal berbah. Kedua Syn. Erupsi super semilir: abu vulkanik membentuk lapisan pertama breksi berupa batuapung. Ketiga, erupsi super oleh Gunugapi Nglanggeran, abu vulkaniknya bertumpuk membentuk lapisan kedua tebing breksi berupa batuan andesit.

Baca juga: Geo Tubing Lava Bantal: Olah Raga dan Wisata Sejarah

Masa Kini

Masyarakat setempat yang berada di sekitar Tebing Breksi atas ketidaktahuannya memanfaatkan keberadaannya untuk mencari nafkah baik sebagai petani tadah hujan mau pun penambang batu. Sejak digunakan sebagai tujuan penelitian dan diketahui sebagai salah satu warisan bumi maka muncul Keputusan Kepala Badan Geologi No 1157K/40/BGL/2014 tanggal 2 oktober 2014 tentang penentuan Kawasan Cagar Alam Geologi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menghentikan segala bentuk aktivitas penambangan di sana.

Sebagai warisan bumi, Tebing Breksi ini harus dilindungi dan tetap ada. Berubahlah statusnya dari area penambangan menjadi area wisata yang masuk dalam 9 geotapak di Jogja. Geotapak adalah suatu situs atau singkapan batuan yang memiliki nilai geologi yang penting serta mudah dijangkau.

tebing breksi

Share

2 thoughts on “Tebing Breksi Masa Lalu dan Kini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*