Tidore East West Monument Fest-Ada long weekend di akhir Maret, Anda sudahkah punya tujuan untuk berlibur? Hm, bagaimana ke Tidore? Itu loh, kepulauan rempah di belahan timur Indonesia. Sisi timur Indonesia ini selalu eksotik, menyuguhkan kekayaan lanskap alam yang menakjubkan. Langit dan laut membiru, pegunungan dan perbukitan yang menghijau, serta ragam etnis dan budaya sebagai bagian dari pelangi nusantara.

Kota Tidore Kepulauan, salah satu kota di provinsi Maluku Utara. Di sini terkenal sebagai kota maritim dan juga rempah-rempah. Kota ini memiliki luas wilayah 1.550,37 km² yang menjadikannya kota terluas kedua di Indonesia setelah Kota Palangka Raya. Di sana akan ada acara seru bernama Festival Tidore atau Tidore East West Monument Fest, yang siap menyapa liburan Sahabat kata pada 29 Maret hingga 12 April 2018. 

Awalnya Festival Tidore diselenggarakan sebagai peringatan hari jadi kota Tidore, dengan menampilkan kekayaan tradisi bahari dan rempah-rempah Maluku. Diselenggarakan saat matahari berada di garis Khatulistiwa, Festival Tidore ini memeroleh momentumnya saat Tidore menjadi jaringan kota “Magellan” dunia.

Perjalanan Ferdinad Magellan menyusuri samudra Pasifik pada tahun 1519, yang berakhir di Tidore, menimbulkan konflik terbuka antara Spanyol dan Portugis. Konflik terbuka kedua negara ini menyangkut batas timur dan barat, yang diselesaikan melalui perjanjian Saragosa dan Tordesilas. Itu sebabnya tidak heran bila Tidore East West Monument Fest sekaligus sebagai acara merayakan penandaan batas antara Barat dan Timur dunia.

Berbagai acara istimewa telah disiapkan khusus untuk menorehkan kesan mendalam dan menarik bagi perjalanan liburan Sahabat Kata ke sana. Tidore East West Monument Fest 2018 mengusung tema “Merawat Tradisi, Mempertegas Jati Diri Bangsa Maritim”, memiliki tiga acara unggulan yang sudah disiapkan, yaitu Parade Juanga, Penjelajahan Paji, dan prosesi kerajaan oleh Sultan Tidore. Plus pembukaan Museum Maritim Dunia di Istana Tidore.

“Ada tiga kegiatan utama nanti. Pertama Parade Juanga yang menampilkan pelayaran kapal tradisional yang berwarna-warni dalam formasi perang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Tidore, Yakub Husain.

Armada itu, ungkap Yakub Husain lebih lanjut, akan dipimpin langsung oleh Sultan Tidore, yang akan ditemani oleh keluarga kerajaan. Rangkaian acara kedua juga tak kalah seru dan paten. Wisatawan yang hadir bakal diajak menyaksikan Penjelajahan Paji.

Ini merupakan acara penelusuran kembali perjalanan Sultan pada masa terjadinya Pemberontakan Sultan Nuku. “Prosesi kerajaan ini akan diiringi banyak prosesi lainnya yang sudah menjadi tradisi Tidore,” tutur Yakub Husain.

Selain itu, ada juga pameran, pertunjukkan seni, karnaval budaya, seminar budaya, dan lainnya. “Bakal banyak kemeriahan di sini,” cerita Yakub Husain lebih jauh. Tidak hanya itu, ada keseruan lain telah menanti. Wisatawan akan diajak untuk mengenal berbagai prosesi adat tanah Tidore.

Ada apa saja? Catat nih: Ada prosesi Kota Tupa, prosesi Tag Jie, prosesi Rora Dange Ake Dango, dan pawai Ny Puja Nyilu. Yang pasti Anda tidak akan menyesal ke Tidore, karena semua prosesi ini sangat kental dengan nilai budaya dan tradisi daerah kepulauan ini.

Tidore East West Fest memang selalu menarik dan rugi bila dilewatkan begitu saja. Itu sebabnya festival ini selalu berhasil menarik minat dan perhatian wisatawan. Tak hanya wisatawan nusantara yang berkunjung ke Tidore, namun juga Wisatawan mancanegara .

“Yang paling menarik perhatian itu, [adalah menyaksikan] perahu-perahu tradisional yang unik. [Juga] tari-tarian menawan khas Maluku Utara,” ujar Yakub Husain. Kepala Dinas Pariwisata Tidore ini kemudian menyebutkan tarian tradisional Cakalele dan Soya-soya, yang kerap memukau pengunjung acara spesial ini.

 

Bagaimana menuju Tidore East West Fest?

Jika Sahabat Kata ingin ke Tidore East West Fest dari Jakarta, bisa terbang menuju Bandara Babullah, Pulau Ternate. Ada maskapai Garuda, Sriwijaya Air, dan Lion Air yang menempuh rute ini setiap hari. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan lewat darat menuju pelabuhan Bastiong, dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Dari sini, dilanjutkan dengan transportasi laut.

Dari pelabuhan Bastiong menuju pelabuhan Rum di Pulau Tidore tersedia kapal feri dengan waktu tempuh 30 menit dan speed boat dengan waktu tempuh hanya 5 menit. Sahabat kata juga bisa naik kendaraan laut moto kayu, atau bodi batang yang pake mesin gantung berukuran besar, dan dibuat bertingkat agar bisa buat parkir kendaraan roda dua.

Bicara penginapan, Tidore memang baru memiliki satu hotel, yakni Hotel Seroja dengan tarif di kisaran Rp200.000. Tapi jangan khawatir, masih ada guest house milik Pemkot Tidore di sana. Homestay milik warga juga sudah banyak. Fasilitas lain juga mencukupi menurut Yakub Husein meyakinkan calon wisatwan.

“[Kami juga] telah mengkoordinir rumah-rumah warga yang bisa dijadikan sebagai homestay,” terang Yakub Husain lebih lanjut.

Menpar Arief Yahya turut memberikan puji terkait budaya dan alam Tidore Kepulauan. Ada rumus yang konsisten disampaikan Menpar, bahwa semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan.

“Kita beruntung memiliki kesultanan Tidore. Tentu, karena ada kerajaan itu, sudah pasti memiliki budaya adilihung yang tinggi. Itu yang harus kita lestarikan,” kata Menpar Arief Yahya.

Menurut Menpar Arief Yahya, Tidore sudah memiliki kombinasi yang sempurna antara culture, nature, dan manmade. Tinggal memoles atraksi, amenitas, dan aksesnya.

“Jangan lupa, sekarang zaman digital. Semua komponen masyarakat Tidore harus ikut berpromosi melalui digital. Begitu juga para pelaku usaha pariwisatanya,” pungkasnya.

 

 

Apa yang menarik di acara perayaan Tidore East West Monument Fest?

Even Tidore East West Monument Fest 2018 ini bersamaan dengan Peringatan 910 Istana Tidore, di pulau bersejarah di Maluku Utara. Dalam kegiatan edisi ke-10 tahun ini, acara Festival Tidore 2018 akan menyoroti budaya tradisional masyarakatnya yang kaya dan terus terjaga sampai hari ini.

Festival Tidore telah mengawali rangkaian acara dengan Prosesi Kota Tupa, yaitu perjalanan ke rumah-rumah ‘Sowohi’ atau orang tua di Tambula, Folarora, dan Guruabanga yang terletak di kaki Gunung Kie Matubu pada 21 Maret 2018.

Prosesi Tagi Lie (perjalanan dari Guruabanga-Puncak Kie Matubu, 1700 mdpl), akan dilaksanakan pada 30 Maret 2018 jam 06.00 WIT. #TidoreEastWestMonumentFest

Malam perjamuan Masyarakat, Pegunungan, dan Rora Dange Ake Dango sekaligus upacara pembukaan Festival Tidore 2018, pada 30 Maret 2018 jam 20.00 WIT di Sonine Gurua, Guruabanga.

Kota Ake Dango akan diselenggarakan pada 31 Maret 2018 jam 06.00 WIT di Guruabanga-Kadato Kie Kesultanan Tidore.

Ratib Haddaad Firraj, akan dilaksanakan pada Sabtu, 31 Maret 2018 jam 20.00 WIT di Rg. Dalam Kadato Kie Kesultanan Tidore.

Festival Seni Budaya Maluku Kie Raha akan menyuguhkan pentas seni, pameran arsip, dan dialog budaya pada Ahad, 1-4 April 2018 di Kadato Kie kesultanan Tidore.

Selain itu ada juga pameran, pertunjukkan seni, karnaval budaya, seminar budaya, dan acara-acara lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Tidore Yakub Husain mengatakan, lewat festival ini wisatawan diajak mengenal berbagai prosesi adat tanah Tidore yang sarat nilai budaya dan tradisi daerah kepulauan ini.

Hal menarik yang tidak boleh Anda lewatkan saat di Tidore adalah menikmat makanan khas kota ini yang tidak terdapat di daerah lain di Maluku Utara.

Makanan khas yang perlu Anda cicip antara lain lapis tidore, kue bilolo, kue kale-kale, kue abu, mam raha, popeda, tela gule, uge ake, serta kumpulan makanan adat yang dinamakan Ngam Saro.

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*