Tolak Angin, jamu cair dalam kemasan siap minum pertama di Indonesia ini sudah berusia 88 tahun. PT. Sido Muncul Tbk selaku produsen, bermaksud ingin mempersebahkan bukti sejarah bahwa jamu ini legenda, asli Indonesia, dan tak pernah berubah formulanya, melalui sebuah film pendek bertajuk Sejarah Tolak Angin.

Saat ditemui di lokasi syuting Irwan Hidayat Diractor of PT. Sido Muncul Tbk didampingi  Maria Hidayat Vice Diractor of PT. Sido Muncul Tbk, Sabtu (27/5) lalu megatakan, “Idenya dari anak saya-Ria sama saya, karena sekarang kita ingin memberikan kepada konsumen iklan yang punya nilai historis. Iklan ini targetnya supaya konsumen lebih percaya karena usia. Time proof,” papar Irwan Hidayat. Tidak seperti iklan biasanya, iklan Tolak Angin bertajuk Peristiwa ini akan dibuat dengan durasi 2 menit.

Siapa sangka, Jamu Tolak Angin ini berasal dari produk rumahan yang berbentuk jamu Godokan. Ibu Rahmat Sulistio,-Nenek Irwan Hidayat yang meraciknya dan tak pernah berubah komposisinya hingga sekarang meski sudah berevolusi menjadi jamu cair yang melegenda. Generasi penerusnyalah yang berhasil membuat Jamu Tolak Angin ini tetap ada dan bisa diterima oleh masyarakat dengan lintas generasi. Seperti kita tahu, Jamu Tolak Angin kini tak hanya laris di Indonesia tapi juga di negara-negara Eropa.

Usia 88 tahun bagi seseorang pasti sudah dibilang renta. Tapi untuk sebuah produk, apalagi jamu pasti memang berkasiat dan terpercaya. Jamu Tolak Angin telah berusia 88 tahun (1930-2017). Wow! 88 tahun, sedangkan kita melakukan usaha 2 hari tidak laku sudah mengeluh, seminggu rugi, dan akhirnya sebulan tutup. Tak banyak yang akhirnya memilih jadi pekerja daripada pengusaha.

Tulisan ini akan mengupas lebih dalam tentang Resep Panjang Umur Jamu Tolak Angin hasil wawancara eksklusif bersama Irwan Hidayar, Director of PT. Sido Muncul Tbk pada 27 Mei 2017 lalu.

 

Pak Irwan, apa yang menarik dari Jamu Tolak Angin?

“Tolak angin ini produk lama diformulasikan pertama kali 1930 nenek saya dibuat untuk kepentingan anak-anaknya (yang) sakit. Trus tahun 1940  dia punya toko seperti ini (toko djamu). Produk pertama tolak angin dalam bentuk godokan direbus dulu. Tahun 1952 mendirikan Sido muncul. (membuat) serbuk, dibuat supaya masyarakat bisa minum tolak angin, formulanya persis sama yang dulu. Saat ini masih kami-keluarga yang pegang resep. Ada 3 bagian. Maka kalau kita buat (iklan peristiwa tolak angin), generasi anak saya ponakan saya kalau video ini jadi bisa belajar (terjadinya tolak angin).

 

Mengapa masyarakat harus minum Jamu Tolak Angin?

“Tolak Angin sudah terbukti khasiatnya. Asli Indonesia dan telah 88 tahun dikonsumsi orang Indonesia bahkan luar negri. Tolak Angin aman untuk dikonsumsi jangka panjang sesuai dengan anjuran pakai. Tahun 2000 saya memutuskan uji toksitas, (sebab) ini terjual banyak, yang penting tahun 2000 kita berpikir produknya di terima (masyarakat), kita uji toksitas, (untuk) (me-)tumbuh(kan) kepercayaan. kita sebagai perusahaan punya responsibility. Kalau toxit kita ganti resepnya, mana yg toxit kita ganti, ternyata tidak (ada toxit). Saya percaya tiap orang dituntun sama Tuhan. Nenek saya tidak ada ahli tumbuh-tumbuhanan tapi secara alami meramu. Saya nungguin (hasil uji toxitas) 6 bulan deg-degan udah (karena) cukup laku, saya takjub sama jalan Tuhan. Lega senang meningkat.”

Duduk: Irwan Hidayat dan Maria Hidayat
Berdiri: Marco Jonathan Hidayat.    Sedang duduk di depan meja Toko Djamu (properti Syuting iklan)

 

Apakah Pak Irwan memiliki latar belakang (dunia) medis?

Background saya sering sakit, karena itu saya ini secara alami ngerti banyak penyakit. Yang menjadikan banyak produk (di sido muncul) saya. Saya pernah sakit Irritable Bowel Syndrome. Saya minum kunyit. Demam Berdarah (DB)  yang pertama saya 1 minggu di rumah sakit. Kali ke dua kena DB lagi, saya minum daun pepaya. Saya pikir kalau saya makan banyak tubuh saya pulih saya bisa sembuh. karena takut rumah sakit, virus tidak ada obatnya. Minum sebelum makan, terus makan (nasi) jadi banyak, 5 hari saya sembuh dan lebih baik. Karena makan banyak recovery cepet. Biasa kl umur-umur 50an, prostat, kalau dokter saya tanyain ini apa, harus bagaimana, saya ini jadi ngerti banyak penyakit, simtom, 20 tahun sakit di rumah sakit tifus malaria, paru-paru, ginjal, hipertensi, depresia, kencing manis, kesembuhan dengan cara; sakit minum obat tapi harus cari tahu kenapa kita sering sakit?”

 

Pak Irwan, siapa generasi penerus usaha ini

“Dari cucu mama saya, punya cucu 13 Ria (Maria Hidayat) paling tua. Selama ini, hari ini dipercaya oleh pemegang saham untuk ikut bantu wakil direktur marketing. Kan ada adek-adek saya nentuin siapa yang jadi. Orang dipilih karena minat, dia niat, mau, orang kan mesti mau. Orang marketing punya syarat harus rasional. Banyak orang pinter tapi gak logic. yang saya ajari supaya anak saya itu harus rasional, baik, saya mewarisi anak saya; nama baik, network, filosofi, saya ngajarinya baik sama karyawan. Kita gak tahu, nasib. Supaya tidak menyesal.

 

Apa resep sukses menjalankan usaha, Pak?

Kunci sukses orang usaha 1 intangible-tangible. Anak saya punya tangible berupa uang, produk, perusahaan. Intangible ya tadi nama baik saya, network saya, filosofi, pendidikan. Dia harus membangun network 10 tahun pertama. Orang emmbangun usaha harus  Imajiner (bayangin masa depan jadi apa) dan harus bisa meyakinkan orang ya dari sikap, lidah tak bertulang lah, hidup itu meyakinkan orang tiap hari. Life is of excersing.

Sahabat kata menemukan mutiara tersembunyi tak dalam percakapan di atas? Tiap percakapan sesungguhnya ada kunci-kunci yang bisa kita adopsi dalam melakukan usaha. Baik usaha produk mau pun jasa. Sebab kalau kita ingin menjadi usaha kuncinya cuma dua, Imajinatif dan pandai meyakinkan orang.

Nah, lalu bagaimana Maria Hidayat dari wakil direktur marketing kini naik pangkat menjadi Wakil Direktur PT. Sido Muncul dalam menghadapi tugas barunya? Yuk, Cus pantengin! Cocok buat sahabat kata yang memiliki nasib sama. Hehe.

Ketika tongkat regenerasi jatuh ditangan Maria Hidayat, apa kata dia?

“Saya generasi ke 4 dari nenek buyut saya. Tantangan untuk generasi saya; agar produk ini tidak cuma 88 tahun. Harus terus inovasi mengikuti perkembangan jaman. Cita-cita saya produk Indonesia yang mendunia. Masuk beberapa negara. Kalau di Eropa karena dibawa orang Indonesia. Kalau kita mempersiapkan masuk jalur mainstrim ke masyarakat di sana langsung.”

Tolak Angin Sido Muncul adalah Warisan leluhur yang selalu menyesuaikan generasi penerima. Ramuan yang tak pernah diubah dan tanpa toxit. Produk ini salah satu bukti, bahwa leluhur kita memang berwawasan. Usia telah membuktikan. Keluarga Pintar, Minum Tolak Angin!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*