Kami pernah mengikat emosi.

Mewarnai hari-hari; berpelukan, saling mengulum, dan membiarkan tubuh kami mendidih bersama.

Kau ingin mencaci?

Ambil diksi paling keji! Umpat tanpa manusiawi!

Aku perempuan terjebak situasi.

Alibi!

Tetap saja salah. Perempuan punya kendali.

Kau pernah merasakan jatuh cinta? Sakit namun bahagia?

Tapi tidak pada lelaki beristri.

Tapi pernah selain suami? Bagaimana?

Nyaman.

Ambil dan simpan dia di tempat tepat.

Sudah kulakukan!

Bagaimana mungkin? Ia masih melirikku. Kau kurang ketat.

Kau pasti menggodanya!

Setelah suamimu menggodaku.

Dia mencintaimu dan anak-anak kalian, bukan aku!

Peluklah seperti kali pertama. Kalian hanya butuh menghangatkannya.

Perempuan Jalang tak pantas kau berujar!

Tak usah ingkar! Kau hanya bisa mimbik-mimbik jika aku maju.

Sundal!

Memakilah daripada menangis.

Suamimu hanya ingin tubuhku tidak hidup denganku.

Aku mencintai suamimu.

Ambil dan peluklah. Ia hanya ingin kau yang dulu.

Baca Juga:

Menerimamu Sebuah Kesalahan

Malam Minggu tanpamu

Ibu Memanggilku

 

Share

5 thoughts on “Aku Mencintai Suamimu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*