Apakah kamu termasuk orang yang sedang menentukan pilihan untuk kerja kantoran atau berwirausaha di era digital? Tenanglah, memilih memang bukan hal yang mudah. Kata Kofi Annan, “Hidup itu pilihan. Tapi untuk memilih yang baik, Anda harus tahu siapa diri Anda dan apa yang Anda perjuangkan, ke mana tujuan Anda, dan mengapa Anda ke sana.”

Apa pun yang sedang kamu pilih intinya, fokus. Satu kata yang mudah diucap tapi sulit dilaksanakan. Apalagi di era digital yang apa-apa bisa kita kerjakan bahkan sambil tiduran. Pekerjaan tertumpu pada ujung jari yang disebut dengan aktivitas “klik”.

Menurut Rhenald Kasali, zaman telah berubah ditandai dari perubahan platform yang juga berdampak domino pada perpindahan kehidupan dan bisnis. Ia pun menyarankan kepada pembacanya untuk bisa memegang kendali daripada di kuasai. Mengendalikan teknologi atau dikuasai teknologi?

Melalui tulisan ini aku ingin berbagi pada Sahabat Kata tentang sebuah pilihan empat tahun lalu. Empat tahun, basi kali, ya. Berarti itu sekitar tahun 2015. Empat tahun lalu, adalah titik nol kehidupan dan usahaku (saat ini). Dimana orang-orang sebayaku memilih hidup sebagai pekerja kantoran dengan gaji tetap, kerja dengan jam teratur, dan atau memutuskan menikah lalu program hamil. Sedangkan aku justru melepas pekerjaanku di sebuah lembaga dan memilih bekerja dengan perangkat komputer dan bergantung pada koneksi internet. Kalau kamu saat itu sedang apa dan berstatus sebagai apa? 

Berbekal kemampuan menulis yang pas-pasan, aku dengan gagah berani memutuskan untuk menjadi tukang tulis bagi siapa pun yang mau membayarku. Lalu, aku menciptakan ruang bermain dan berlatih bernama elzha09.com . Aku mulai ngeblog setahun kemudian. Itu pun tidak lantas dengan serta merta aku putuskan dalam satu dua hari. Saat itu pikiranku hanya satu, teknologi akan semakin berkembang dan menjadi tukang tulis itu tidak butuh modal mahal. Hahaha. 

Eh, benar saja, saat ini kehidupan hampir serba digital. Baru-baru ini Linked In merilis 10 kemampuan paling dicari oleh perusahaan di tahun 2019. Lima pertama yang dibutuhkan adalah kemampuan lunak seperti kreativitas, persuasi, kolaborasi, adaptasi, dan  manajemen waktu. Lima kedua adalah kemampuan keras seperti komputasi awan (cloud computing), kecerdasan buatan (artificial intelligance), analisa sebab-akibat (analytical reasoning), manajemen sumberdaya manusia (people management), dan UX Design seperti yang di rilis oleh Kompas dot com pada rubrik edukasi. Wagelashhhh semua serba komputer. Eh, aku termasuk di dalamnya gak sih?

Kembali lagi pada pertanya, “mengendalikan teknologi atau dikuasai teknologi?” Kita sudah masuk pada era dengan ekosistem digital. Era yang menuntut perkuatan interaksi antar lembaga dengan jaringan-jaringannya. Hal ini disebabkan semakin besar dan erat hubungan antar jaringan maka semakin besar pula sharing benefit yang diperoleh masing-masing pihak. Rhenald Kasali dalam bukunya The Great Shifting menyebutkan bahwa bentuk usaha sudah berubah dari owning economy to sharing economy. Lebih lanjut, Guru Besar bidang Ilmu manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa pada peradaban digital, kita cukup berbagi peran, aksen, dan jaringan. Bukan memiliki semuanya sendiri. Meski jadi bloger, masih bisa lah, ya, bertahan meski skil paling dicari sudah dibeberkan oleh Linked In.

Apakah kamu masih bimbang dengan pilihan dan apa yang sedang kamu lakukan saat ini? Percayalah, bila kamu memiliki kemampuan dan membangun jaringan, niscaya kamu menjadi bagian yang terselamatkan. hihihihi.

Elzha09.com awalnya ruang bermain dan berlatih, sekarang sudah jadi ruang usaha. Bahkan sekarang punya anak usaha. Yaelah, anak-anakan, Bu. Aku bukan orang yang paham-paham banget soal dunia perblogingan. Gak paham juga tentang bagaimana menjadi bloger setelahnya, harus memakai blogger atau wordpress, harus punya hosting kapasitas berapa, dan segala uborampenya. Tahuku hanya menulis. itu saja. Karena menulis tidak butuh modal mahal.

Lalu bagaimana cara merawat dan membesarkan usaha selama ini? Berikut ini strategi yang aku pakai untuk mempertahankan usahaku berpatokan dari konsep economy sharing dari Rhenald Kasali.

  1. Beli untuk jangka panjang
    Hal yang pertama aku beli adalah Domain dan web hosting. Biar tampak profesional. Lalu setelah setahun ngeblog aku bisa beli kamera poket untuk menunjang visual konten tulisan. Dua tahun berikutnya aku bisa beli leptop. Tahun ke tiga aku beli domain dan hosting baru untuk Aleniaku. Cie, udah punya anak. hehehe.
  2. Lakukan dan terus belajar
    Saat kita ingin menjadi bloger, ya lakukan saja. Tulis apa yang ingin ditulis. Jangan pusing memikirkan niche. Toh pada akhirnya kamu akan tahu sendiri kamu mau nulis tentang apa dan butuh lahiran blog baru berapa. wakakakak. Dan jangan lupa terus belajar bagaimana meningkatkan kemampuan agar tidak ketinggalan jaman dan terus laku itu tulisan. Belajar ke siapa? Ya, tentunya belajar pada senior-senior bloger. Bagaimana menemukan mereka? masuklah dalam kehidupannya. Eh, dalam komunitasnya. Tapi kamu juga harus membangun relasi dengan pegiat konten lain. Misalnya komunitas buzzer, komunitas fotografi, dan mungkin komunitas PR perusahaan. ini juga untuk membuka pintu rezeki. biar orderan jalan terusss. Namanya juga kolaborasi.
  3. Mencari Jodoh
    Mentang-mentang masih jomblo, bahasannya jodoh. Bukaannnn. Kan tadi dibilang harus kolaborasi. Nah, untuk menemukan partner kolaborasi ini kan butuh seleksi. Setelah sering bergumul, eh bergaul dengan para sesama bloger maka lambat laun akan menemukan bloger siapa yang cocok untuk diajak sharing atau bahkan diajak kolaborasi. Nah, saat udah ketemu pepet terus partner baru. Dan bila udah yakin jangan sungkan untuk diskusi untuk ngembangin usaha. Mungkin mulai dari membahas konten yang sudah ada harus dikembangin seperti apa. Jodoh gak cuma satu ya. Kalau aku pribadi karena gak bisa namanya fotografi dan mengolah media sosial maka aku cari jodoh yang bisa hal itu. Ingat tidak semua dikerjakan sendiri.
  4. Pilih penyedia jasa yang terpercaya
    Waini, yang lebih susah dari segalanya. Apalagi kaya aku yang tipenya setia. gak mau ganti-ganti, maunya langganan sama yang satu aja. Hahaha. Soal penyedia jasa ini bisa diseleksi dari mengumpulkan testimoni teman-teman yang tentang jasa-jasa yang menunjang usaha kita. Kalau aku sebagai bloger hal pertama yang harus aku pegang tentunya penyedia layanan Domain dan Web Hosting. Nah kali ini aku punya tips tersendiri.

Berdasarkan pengalamanku yang sangat awam dengan dunia perblogingan, maka aku butuh partner peyedia jasa yang bisa membantuku untuk membangun Elzha09.com pada saat itu. Berkat sering bergaul dengan teman-teman bloger, akhirnya aku juga bertemu dengan beberapa penyedia domain dan web hosting. Kriteria yang aku mau saat itu si penyedia jasa ini haruslah:

  1. Punya CS yang ramah
  2. Tachnical support yang ok
  3. Harga kompetitif termasuk banyak promonya
  4. Punya server di Indonesia
  5. Punya koneksi server yang cepat
  6. Keamanan data terjamin
  7. Pastinya punya cloud web hosting (saat ini)

Bertemulah aku dengan Kang Denden, 2016 lalu. Saat aku utarakan niat untuk jadi bloger dan bingung mau diapakan nanti kalau udah punya domain dan hosting. Eh, Kang Denden menawariku Hosting Indonesia. Seneng banget saat semua proses administrasi dibantu dengan sangat ramah bahkan saat itu aku diberi penjelasan mau pakai hosting apa. kekurangan dan kelebihannya. Dan akhirnya aku memilih menggunakan WordPress. Ya, karena paling enak tinggal drag and plug.

Resmilah aku menjadi pelanggan penyedia domain dan web hosting Indonesia, yang kini namanya menjadi PT. Qwords Cloud Web Hosting selama 4 tahun. Sudah 4 domain 3 hosting aku percayakan pada perusahaan ini. Baru-baru ini aku juga belanja lagi paket terbaru dari Qwords karena lagi promo, hahaha. Aku beli paket baru dari qwords untuk Aleniaku.com. Khusus aleniaku akan membahas tentang piknik dan kuliner, numpang promo, ya. Silakan mampir.

Awalnya agak galau sih mau beli Unlimited Hosting atau Paket Bundling Hosting 1 GB dan domain .com. Terus aku chat cs online (Lagi-lagi aku meski udah 4 tahun ngebog belum paham betul tentang beginian). Aku minta arahan sebaiknya aku beli yang mana untuk personal blog baruku. Kata CS-nya yang responsif banget itu mending aku pakai paket Bundling Hosting 1 GB dan domain .com baru nanti kalau kebutuhan hostingnya kurang, bisa diupgrade lagi. Wow, jadi seneng dong.

FYI, unlimited hosting ini sangat bisa diandalkan dan tanpa batasan cocok buat kamu yang ingin membangun usaha yang butuh space besar karena tanpa batas disk space. Nama domain dan sertifikat keamanan SSL tersedia gratis. Plus dilengkapi web accelerator yang membuat website lebih cepat diakses. Paket Bundling Hosting 1 GB dan domain .com keunggulannya adalah biaya sewa mulai dari 10.500/bulan sebagai paket kombinasi praktis dan ekonomis. Dalam paket tersebut sudah termasuk degan fitur produk unggulan wordpress hosting. Fitur terbaru ini didesain khusus untuk engine wordpress terbaru dengan disk space yang besar, gratis domain&SSL, serta dukungan ekstra cloudpop. Sehingga ini memudahkan sekaligus memanjakanku sebagai jamaan wordpress. hahaha. Gimana, bagi kamu yang ingin membuat rumah baru bisa pesan paket ekonomis di sini. Tidak semuanya dikerjakan sendiri karena hari ini adalah era kolaborasi. Sukses selalu. 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*