Sudah sebulan aku tinggal di Klaten. Setiap sore jika tidak sedang bekerja aku bersepeda dengan adik bungsuku keliling kampung. Saat puasa tiba, kebiasaan bersepeda menjadi ajang ngabuburit murah meriah bagiku. Tak sekadar bersepeda, ngabuburit kali ini sambil menemani Tegar belajar.

Tegar namanya, baru usia 5 tahun dan sekarang duduk di TK A. Punya karakter belajar sambil bermain. Termasuk tidak rajin berangkat sekolah. Sebagai anak bungsu dan satu-satunya anak laki-laki, dia sangat berbeda dengan kakak-kakaknya. Saat ini Tegar belum mau belajar berpuasa.

Menurutku, karakter Tegar ini masih wajar-wajar saja. Dia hanya butuh metode pembelajaran yang berbeda. Selama ini Tegar lebih tertarik dengan metode belajar yang melibatkan seluruh sensorik dan motoriknya. Biasanya aku memilihkan tema belajar sepanjang perjalanan bersepeda.

Saat ini kami tinggal di Bawak, Cawas, Klaten. Sebuah desa yang masih memiliki area persawahan, lebih dekat dengan Gunungkidul, Sukoharjo, dan masih memiliki sistem kehidupan sosial di desa. Kami masih mengenal tetangga-tetangga kami yang beda RT. Masih banyak simbah-simbah. Bahkan kami bisa menemui berbagai unggas hingga sapi di halaman atau pekarangan tetangga kami.

Ngabuburit sambil belajar ala Tegar ini sudah dijajal tentang 3 tema. Dua tema tentang arah mata angin saat bersepeda dan nama-nama hewan (sebelum Ramadan). Satu tema tentang nama-nama tumbuhan dan bentang alam. Waktu yang kami gunakan untuk bersepeda hanya berkisar 30-60 menit perhari.

Waktu yang pas untuk ngabuburit sambil belajar ala Tegar sekitar pukul 15.30-16.30 WIB. Waktu ini dipilih karena sudah masuk waktu ashar sehingga bisa salat dulu. Lalu berakhir pada jam 16.00 atau 16.30 WIB agar kami memiliki waktu luang untuk bersih diri dan menyiapkan buka puasa.

Ngabuburit Sambil Belajar Nama Tanaman Ala Tegar

Tegar punya karakter berkemauan keras, suka berbicara dan memiliki energi berlebih. Demi keselamatan bersama dan disiplin waktu, biasanya kami melakukan kesepakatan sebelum mengeluarkan sepeda. Kesepakatan kami saat ngabuburit antara lain:

  1. Tidak boleh bercanda saat bersepeda.
  2. Pulang tepat waktu sesuai kesepakatan. Kebetulan tegar sudah mengerti jam. Meski baru jam bulat seperti jam 3, setengah 3.
  3. Rute yang dilalui dipilih oleh Tegar. Tugasku adalah menyesuaikan tema yang sesuai dengan rute yang dilalui.

Bicara tentang memilih tema ngabuburit. Kalau aku pilih tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari yang pasti memuat tentang kemampuan mengingat, membaca, menghitung, dan praktik. Kok tidak ada menulis? Tegar masih TK A, sesuai dengan tugas belajar dia belum wajib bisa menulis. ūüėā Aku paling tidak suka memaksanya menulis.

Tema ngabuburit sudah pernah dilewati dan akan dilakukan kembali adalah tentang arah dan nama-nama hewan. Langkah belajar:

  1. Biasanya Tegar akan menyebut nama hewan yg kami temui.
  2. Lalu dari pernyataan pertama,
    aku akan menanyakan suara hewan tersebut.
  3. Jika Tegar tidak bereaksi, Aku yang akan mendahului menanyakan nama hewan apa saja yang sedang lewat di depan kami/yang kami jumpai sepanjang perjalanan.
  4. Menanyakan jumlah hewan atau jumlah kaki hewan yang kami temui.
  5. Menanyakan cara reproduksi dengan pertanyaan misalnya, ayam iku ngendog apa manak? (Ayam itu bertelur atau beranak)?
  6. Aku akan memberi arahan kepada Tegar untuk berbelok ke kanan atau ke kiri. Kadang juga menyebut arah mata angin. Sepanjang perjalanan setiap bertemu persimpangan.

Hal yang diperoleh selama ngabuburit sambil bersepeda, Tegar akan mendapat pengalaman belajar tentang mengasah memori jangka pendek dan jangka panjang, motorik kasar (mengayuh sepeda), kemampuan komunikasi (menjawab dan bercerita), kemampuan spasial, serta kemampuan kognitif.

Tema ngabuburit tentang nama tumbuhan dan bentang alam. Keuntungan kami tinggal di desa adalah kami dekat dengan sawah dan menemukan berbagai tumbuhan. Kebetulan di rumah kami ada beberapa tumbuhan seperti pohon pepaya, pisang, bunga anggrek, bawang, cabai, dan ginseng. Sehingga saat ngabuburit, kami mencari tanaman yang tidak kami tanam di rumah.

Kami pergi ke sawah di seberang kampung. Kali ini Tegar belajar nama-nama tanaman di sawah dan cara menyeberang di jalan raya. Aku mengajak adikku yang nomor 3. Adis namanya. Waktu yang kami menggunakan 30 menit untuk bersepeda dan 30 menit untuk berinteraksi di sawah.

  1. Selama perjalanan Tegar mengulang pengalaman belajar mengenal arah. Tentu melalui arahanku untuk berbelok.
  2. Kami mengambil tempat yang teduh, ada pematang sawah, kali kecil, dan tanaman selain padi. Langkah pemantik, membiarkan Tegar mengeksplorasi sekitar. Hasilnya,
    • Tegar sangat antusias menanyakan nama pohon yang menurutnya asing. Saat itu dia tanya tentang pohon singkong.
    • Tegar juga antusias bermain jerami kering yang dipatahkan menggunakan ban sepeda yang ia putar.
    • Tegar sangat antusias melompat ke pematang dan meniti pematang sawah lalu bermain di kali.
    • Tegar dapat mengidentifikasi tanaman cabai (dia meminta foto bersama tanaman cabai)
    • Tegar dapat mengidentifikasi tanaman talok/kersen.
    • Tegar melihat barisan Gunungkidul. Dataran yang lebih tinggi dari tempatnya berdiri.
    • Tegar mengenal arah melalui tenggelam matahari.

Intinya selama ngabuburit bareng anak-anak, orang dewasa tidak boleh memaksakan kehedak. Biarkan saja anak mengekplorasi sekitar. Tugas orang dewasa adalah mengarahkan dan menghindarkan mereka dari bahaya. Kalau ngabuburit ala kalian bagaimana? Cerita donk.

*Penting, ngabuburit sambil belajar ala Tegar ini merupakan metode pembelajaran individu yang berbasis pembelajaran sensomotorik untuk anak. Kalau bahasa akademisnya bisa digolongkan dalam metode montessori. Metode ini dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori, seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Metode ini mengutamakan pentingnya adaptasi anak terhadap lingkungan dengan menekankan aktivitas fisik untuk menyerap pengetahuan akademis melalui kegiatan praktik.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*