INTERNET BISA MEMBUNUHMU!

 

Zha, yang bener saja INTERNET BISA MEMBUNUHMU, bukannya yang bener ROKOK BISA MEMBUNUHMU? Hei, hei, malaikat ada di mana saja keleus.

“Alkisah di sebuah kota ada seorang gamers mati di depan komputer. Tidak ditemukan bekas penganiayaan atau bekas makanannya yang terindikasi mengandung racun,” ucap temanku dua bulan lalu.

Saat itu aku sengaja mengunjunginya untuk meminjam buku Ilmu Gizi. Temanku ini seorang Ibu dari dua anak lelaki yang masih duduk di bangku SD sekaligus istri dari seorang dokter. Pokoknya begitu jadi tepat kalau aku berkunjung ke sana untuk mencari dan meminjam referensi Ilmu Gizi.

Malam itu kami heboh mengulas perihal kematian gamers yang ditengarai seorang remaja laki-laki anak seorang dokter. Dia sehari-hari selain aktivitas sekolah hanya tinggal di depan monitor. Tangannya lincah memainkan papan ketik dan mouse untuk perang melalui dunia maya. Mengetahui kematian anaknya ini, sang ayah tidak ingin anaknya di outupsi.

Bener gak, INTERNET BISA MEMBUNUHMU? Siapa tahu saat itu juga malaikan pencabut nyawa turut jadi lawan main di game online #eh. Jadi begini, sahabat kata dijaman yang super canggih dan perkembangan ilmu yang pesat bisa kita gunakan untuk mencari sebab dan akibat dari sebuah kejadian. Contohnya kematian gamers di depan komputernya itu. Mari kita ingat-ingat pelajaran biologi waktu sekolah dulu tentang anatomi tubuh dan sistem informasi tubuh. Duh, Zha berat amat sich.

Kebetulan banget nih, Minggu(18/9) lalu pas ada arisan ilmu bareng emak-emak blogger Jogja temanya #InternetBAIK. Mak Manda dan Mak Irul sebagai pematerinya. Materi yang disajikan Manda waktu itu pas banget nyambungnya dengan cerita di atas. Manda menyajikan data tentang penggunaan internet pada anak pada usia 9-12 tahun yang dilakukan oleh YKBH tahun 2015 survey terhadap 2064 anak. 20% anak-anak memakai internet untuk game hanya selisih 1% dengan anak-anak yang menggunakannya untuk belajar. Miris, ya!

data-penggunaan-internet

Bisa diprediksi ketika anak-anak memilih menggunakan internet untuk nge-game mereka berpotensi kecanduan. Apa sih yang tidak menjadi kebiasaan jika sering dilakukan. Aku aja jadi kangen kamu karena biasa bertemu denganmu #eh. Ya gitu deh, betul gak. KECANDUAN. Kalau sudah kecanduan apa sih dampaknya?

dampak-fisik

  1. Pertumbuhan tulang menjadi bengkok

Memegang gadget atau melotot di depan monitor terus-menerus itu melelahkan. Maka hampir pasti tidak sengaja posisi duduk pun diabaikan yang penting nyaman untuk bermain. Alhasil pertumbuhan tulang jadi bengkok. Ingat usia 9-12 tahun, anak-anak masih mengalami pertumbuhan ya. Anak menjadi bungkuk atau mungkin pundak tidak seimbang karena  bermain sambil tiduran miring.

  1. Pandangan Kabur

Terlalu lama memandangi gadget memberikan risiko terpapar sinar biru. Akibatnya kesehatan mata menjadi turun. Anak-anak kecil harus memakai bantuan kaca mata untuk melihat. Dan parahnya kornea mata bisa menjadi kering jika terus menerus kerusakan kornea mata tidak terhindarkan.

  1. Kejang Tangan

Jari-jari yang terus menari di atas layar gadget atau tuts ketik jika tidak sering diregangkan bisa menjadikan kejang tangan. Hati-hati sendi-sendi jari juga pasti akan terganggu.

  1. Susah Tidur

Anak jika terlalu lama bermain gadget akan lupa waktu. Tentu hal ini akan merubah pola hidup si anak. Jadwal tidur, makan, mandi, dan kegiatan lain akan berubah. Sering begadang karena alasan harus jagain bentenglah atau akan ada serang pada jam tertentu. Ya, hanya demi jam-jam yang tidak penting itu mereka mempertaruhkan kesehatannya.

  1. Lupa Makan

Lupa makan adalah puncak dampak kecanduan game. Lupa makan adalah pintu ke dua pengantar kematian. Ih, kata-katamu, Zha! Betul itu. Saat anak mengalami susah tidur itu sudah membuat organ tubuhnya bekerja keras tanpa istirahat. Lantas ditambah asupan gizi yang tidak tercukupi. Tentu akan membuat dia semakin drop.

Sahabat kata, saat tubuh tidak istirahat dia akan terus membutuhkan energi. Sedangkan energi bersumber dari asupan makanan. Pun otak, membutuhkan banyak oksigen untuk beraktivitas. Untuk mengantarkan oksigen hingga ke otak dibutuhkan hemoglonbin sebagai pengikat dan masuk ke otak bersama darah. Sedangkan aliran darah ini dikendalikan oleh kekuatan jantung dalam memompa.

Tahukah Sahabat Kata, bahwa game juga bisa menimbulkan stress? Berhari-hari menghadapi  layar monitor untuk menakhlukkan musuh akan mengambil banyak kerja otak. Emosi pun akan meningkat. Perhatikan saja raut muka gamers ketika kepayahan menakhlukkan lawan itu adalah awal dia mempersilakan stress masuk.  Dalam waktu yang bersamaan tubuh akan merespon untuk mengaktifkan hormon stress jika perilaku itu berulang. Akibatnya sistem kardiovaskuler juga akan bekerja ekstra untuk memenuhi instruksi penyaluran hormon tersebut. Akibat fatalnya, gamers bisa mengalami serangan jantung mendadak hingga menemui kematian .

Internet seperti pedang, bisa membantumu menghadapi musuh tapi jika tak hati-hati bisa menyembelihmu!

Share

Sebuah Kabar #2

Biasanya, pagi-pagi kamu sudah mengirimkan BBM untuk sekedar bertanya: lg apa skg? Kamu ijin mematikan BB mu kemarin malam saat aku menelponmu. Katamu ingin tidur dan tak ingin diganggu seharian besok.

Aku tak begitu peduli dengan maumu. Entah kenapa juga kemarin seharian badanku lemas bahkan yang biasanya kuat bawa jeruk bisa tiba-tiba ambruk dan gak kuat berdiri sendiri. Kira-kira jam sebelas siang itu. Kemudian mamaku melarangku untuk pergi padahal ingin rasanya aku ke rumah sakit. Aku menuruti. Tiduran dan makan meski mulutku sepet rasanya. Read More

Share

Berakhir pada Arsenik

Sebuah bendera putih terikat di tiang listrik tepat di pertigaan. Mobil dan motor terparkir rapi sampai di pinggir tenda warna hitam yang terpasang di depan rumah warna kuning. Lantunan ayat suci mengudara dari spiker-spiker hitam yang tersusun di sebelah kotak uang. Kursi-kursi mulai penuh dengan orang-orang yang mengenakan pakaian serba hitam.

Asya turun dari mobilnya melangkah sambil membetulkan kerudung menuju kursi kosong. Satu per satu among tamu ia salami. Tepat di depan keranda ia duduk. Matanya menjelajah dari balik kacamata hitam. Di sudut teras rumah ada sekumpulan perempuan sedang meronce bunga. Tiba-tiba seorang lelaki melintasinya. Asya menegakkan badan dan mengambil napas dalam. Tubuh itu tidak asing baginya. Perawakan kurus, tinggi, dan hitam. Aromanya khas seperti aroma lelaki yang ia cumbu lima bulan lalu. Matanya mengikuti langkah lelaki itu. Read More

Share