Sekolah Tumbuh Expo: Hands On, Mind On, Heart On

 

Sekolah Tumbuh- Sebelas tahun perjalanan sekolah tumbuh direpresentasikan dalam bentuk pameran di Jogja National Museum, Yogyakarta dari tanggal 14-19 Februari 2017. Pameran ini sekaligus bentuk perayaan ulang tahun Sekolah Tumbuh yang kesebelas.

Sekolah Tumbuh berdiri sejak 2006 yang dilatarbelakangi oleh kegelisahan KPH. Wironegoro pada kondisi pendidikan dan layanan di Yogyakarta yang dirasa belum dapat memfasilitasi semua hak anak. Hak untuk mendapatkan yang sama dalam layanan pendidikan.

Pameran ini merupakan salah satu strategi sekolah tumbuh untuk menggaungkan lagi Kebhinekaan dan Keberagaman di Yogyakarta. “Selama 11 tahun kami mempersiapkan sekolah tumbuh berbasis inklusi dan multikultur. Tujuan pameran ini untuk mengingatkan kembali tentang kebhinekaan dan keberagaman. Jogja sebagai salah satu kota di Indonesia yang memiliki intoleransi tinggi” ungkap KPH Wironegoro selaku Ketua Yayasan Edukasi Anak Nusantara.

Sekolah Tumbuh menyadari bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda-beda dan berkebutuhan khusus. Sekolah yang menganut sistem komunitas ini juga prihatin terhadap sikap masyarakat bahwa tiap anak berkebutuhan khusus harus dirujuk ke Sekolah Luar Biasa.

Momentum 11 tahun Sekolah Tumbuh Mengangkat tema pameran; Entrepeneur, perpustakaan pusat studi inklusi, dan carnival and living room. Tema ini ditujukan kepada masyarakat sebagai salah satu bentuk edukasi tentang sekolah berbasis inklusi dan multikultur.

Lima Sekolah  terlibat langsung dalam kegiatan pameran ini, yaitu SD Tumbuh 1, SD Tumbuh 2, SD Tumbuh 3, SMP Tumbuh, dan SMA Tumbuh.

Admila Rosada selaku menejemer program pusat studi inklusi Sekolah Tumbuh menbahkan bahwa selama pameran akan ada stand pendaftaran siswa baru dan pojok konsultasi.

Menurut Admila, “sekolah inklusi bukan sekolah khusus namun pendidikan umum yang menggabungkan keberagaman. Sekolah kami tingkat SD mendapat akreditasi nilai A pada tahun 2011 dan 2016. Sedangkan SMP juga A ditahun 2014.

Sekolah Tumbuh Expo ini dibuka oleh GKR Hemas yang diwakili oleh Kanjeng Ratu Hayu pada Selasa (14/02) di Jogja National Museum. Expo ini dibuka untuk umum dan gratis jam buka 09.00-21.00 WIB.

View on Path

Share